Tahukah kamu? Mengapa stasiun metro Tuileries berwarna hijau?

Oleh My de Sortiraparis · Foto oleh My de Sortiraparis · Diterbitkan di 14 Februari 2024 pukul 14:47
Sejak Juni 2023, stasiun Tuileries di jalur 1 metro Paris telah mengejutkan para pengunjung dengan dekorasinya yang hijau, karya Cyprien Chabert, yang menggemakan Jardin des Tuileries. Perlu diketahui bahwa dekorasi ini bersifat sementara dan akan tetap ada hingga 2030.

Tahukah Anda rahasia di balik kehijauan yang kini menyelimuti stasiun Tuileries di metro Paris? Sejak musim panas 2023, stasiun jalur 1 ini telah menjadi tempat galeri seni yang unik, di mana tanaman menjadi primadona. Metamorfosis ini merupakan karya Cyprien Chabert, seorang seniman yang terkenal karena kemampuannya memadukan seni dengan alam. Proyeknya, yang disebut"Échappée", adalah sebuah penghormatan yang semarak untuk Jardin des Tuileries, yang terletak, seperti yang Anda duga, tepat di atas stasiun.

Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek ambisius RATP untuk memperindah kehidupan sehari-hari para penumpang dengan mengintegrasikan seni dan budaya ke dalam jaringan metropolitan. 'Échappée' karya Chabert merupakan rangkaian 11 lukisan yang terinspirasi oleh botani. Menggabungkan imajinasi dan ketelitian ilmiah, lukisan-lukisan ini menawarkan pelarian puitis dari lingkungan metro yang sering kali keras.

Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5666Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5666Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5666Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5666

Tapi mengapa harus hijau? Ini bukan pilihan yang tidak penting. Di luar fungsi dekoratifnya, warna hijau membangkitkan alam dan memiliki efek menenangkan, kontras dengan hingar-bingar kehidupan perkotaan. Dengan memilih palet ini, Cyprien Chabert menciptakan hubungan visual dan emosional dengan Jardin des Tuileries, menawarkan kepada para pengguna metro sebuah fragmen alam di jantung ibu kota.

Lahir pada tahun 1976 dan menempuh pendidikan di Beaux-Arts di Paris, karya Chabert mengeksplorasi hubungan antara manusia dan alam, menggunakan berbagai media termasuk gambar, lukisan dinding dan patung. Karya-karyanya mengajak pemirsa untuk merenungkan pentingnya tanaman dalam kehidupan kita dan di ruang perkotaan.

Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5670Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5670Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5670Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5670

Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5669Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5669Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5669Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5669

Pendekatan artistik ini merupakan bagian dari tradisi seni dan transportasi yang telah berlangsung selama satu abad. Paris, dengan jaringan metro-nya, merupakan pelopor dalam mengintegrasikan seni ke dalam ruang publik. Karya-karya seperti pintu masuk Art Nouveau karyaHector Guimard yang terkenal, stasiun Arts et Métiers yang disulap menjadi kapal selam, atau Voix Lactée di Saint-Lazare merupakan contoh nyata dari keinginan untuk membuat seni dapat diakses oleh semua orang.

Stasiun Tuileries, dengan wajahnya yang tidak biasa dan tidak lazim, mengundang para penumpang untuk beristirahat sejenak, sebuah momen yang penuh dengan inspirasi artistik dan tanaman. Selain mempercantik stasiun, proyek ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya seni dan alam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menaiki jalur 1, kita diajak untuk menikmati pengalaman unik di mana metro menjadi tempat pertukaran budaya dan ruang untuk merenungkan hubungan kita dengan lingkungan.

Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5656Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5656Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5656Le Métro Tuileries en mode végétal -  A7C5656

Informasi berguna

Harga
Bebas

Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda