Saat tiba di Montreuil, di jantung Seine-Saint-Denis, sulit untuk melewatkan bangunan besar berbentuk persegi ini yang kokoh menghiasi alun-alun Jean Jaurès. Namun, penampilan gedung ini jauh dari citra kantor pemerintahan konvensional. Di sini, kita diajak menyelami arsitektur yang memancarkan sentuhan modernitas dari era 30-an, dengan gaya geometris dan garis-garis tegas: inilah dunia Art Deco.
Di tahun 1930-an, Montreuil menjadi kota yang ramai dan sedang berkembang pesat. Warga menuntut sebuah balai kota yang sepadan dengan cita-cita mereka! Di sinilah peran arsitek kota, Florent Nanquette, yang membayangkan bangunan baru untuk Kantor Walikota, yang dibuka untuk umum pada tahun 1935. Idéanya: membangun sebuah gedung yang fungsional, modern, dan elegan, terinspirasi dari gaya Art Deco yang sedang menjadi tren saat itu.
Hasilnya: sebuah bangunan kokoh dengan bentuk geometris, bahan berkualitas tinggi, dan yang paling mencolok… sebuah ruang perayaan yang terintegrasi langsung ke dalam struktur, sebuah inovasi yang cukup berani pada masa itu! Di dalamnya, pengunjung juga akan menemukan kejutan-kejutan menarik. Di tangga utama, terpampang sebuah lukisan besar karya Paul Signac, pelukis pointillisme terkenal, berjudul "Waktu Harmoni". Sebuah karya penuh warna, cerah, dan yang tak kalah penting, penuh makna—merayakan perdamaian dan persaudaraan.
Selain itu, berbagai karya seni menghiasi ruang tamu, koridor, dan ruang rapat: lukisan, fresko, furnitur dari masa lalu… sesekali, tur berpemandu diadakan di sana agar pengunjung dapat mengungkap keindahan dan kekayaan sejarah yang tersembunyi.
Jadi, apakah Montreuil satu-satunya kota yang mengandalkan gaya Art Deco untuk gedung mairie-nya? Tidak sepenuhnya, namun tetap harus diakui bahwa ini cukup langka! Gaya ini juga bisa ditemukan di beberapa kota lain di Île-de-France seperti Boulogne-Billancourt, Cachan, atau Poissy, meskipun jumlahnya masih terbilang sedikit.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.















