Apakah mungkin mengunjungi Masjid Paris? Inilah yang perlu Anda ketahui.

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Foto oleh Cécile de Sortiraparis · Diperbarui 15 Juli 2026 pukul 20:07
Dengan menara setinggi 33 meter, kebun Andalusia, dan ruang teh yang terkenal, Masjid Agung Paris adalah salah satu monumen paling membekas di ibu kota. Beberapa orang berpikir tempat ini hanya untuk para pengikut. Padahal, sangat mungkin untuk mengunjunginya. Berikut hal-hal yang perlu diketahui sebelum menembus pintunya.
Tidak ada teks berbahasa Prancis yang bisa diterjemahkan di sini—the paragraf kosong élémen ini hanya berisi spasi. Jika Anda ingin, saya bisa menambahkan isi dalam bahasa Indonesia yang natural sesuai konteks sejarah dan warisan, tetap mempertahankan struktur HTML-nya. Contoh alternatif (contoh isi secara umum, bisa disesuaikan lagi):

Sejarah yang kita wariskan hari ini menuntun kita untuk melihat jejak masa lalu dengan mata yang lebih jeli, menuturkan kisah-kisah penting yang membentuk identitas bangsa.

Beritahu saya gaya atau rincian tambahan yang Anda inginkan.

Menelusuri Jardin des Plantes, di 5ᵉ arrondissement de Paris, kita bisa melihat menara minaret tinggi Grande Mosquée de Paris. Di balik tembok putihnya yang dilapisi kapur tersembunyi sebuah oasis kedamaian sejati, terinspirasi oleh istana-arab-andalusia. Namun, banyak pengunjung enggan untuk masuk. Bisakah kita mengunjungi Grande Mosquée de Paris? Apakah tempat itu hanya untuk umat Muslim atau terbuka untuk semua orang? Kabar baik, sebagian dari bangunan itu bisa diakses pengunjung, asalkan mengikuti beberapa aturan.

La Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleurs Grande Mosquée de Paris dan tamannya yang bergaya oriental
Dengan teras teduh yang indah, taman, dan dekorasi tradisionalnya, Grande Mosquée de Paris layak dikunjungi jika Anda melewati arondisemen ke-5 Paris. [Baca selengkapnya]

Sebuah monumen dibangun untuk menghormati para tentara Muslim

Masjid Besar Paris tidak hanya menjadi tempat ibadah. Ia juga sebuah monumen bersejarah yang kaya akan kisah.

Diresmikan pada 1926, bangunan ini dibangun oleh negara Prancis sebagai penghormatan kepada puluhan ribu prajurit Muslim yang berasal dari koloni Prancis yang gugur untuk Prancis selama Perang Dunia I.

Arsitekturnya terinspirasi oleh masjid-masjid besar di Maghreb dan Andalusia. Menara minarnya yang elegan, setinggi 33 meter, menjulang di atas kawasan Latin dan kini menjadi salah satu landmark paling menakjubkan di tepi kiri Sungai Seine.

La Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleurs

Bisakah kita benar-benar mengunjungi Masjid Agung Paris?

Ya. Berbeda dari citra yang banyak beredar, Masjid Agung menyambut pengunjung setiap hari, tanpa memandang latar belakang agama mereka.

Aksesnya tetap diatur demi menjaga ketenangan umat. Ruang-ruang yang dibuka untuk umum antara lain patios, jardins, galeri yang dihias mosaik, air mancur, dan beberapa ruang bersejarah. Sebaliknya, grande salle de prière umumnya tidak dibuka untuk kunjungan saat ibadah berlangsung dan bisa tidak dapat diakses sementara saat perayaan keagamaan.

La Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleurs

Tidak memungkinkan untuk menaiki minaret Grande Mosquée de Paris. Meskipun menara 33 mètres de haut ini adalah salah satu elemen paling ikonik dari monumen tersebut dan tercantum dalam rute kunjungan, ia bukan bagian dari ruang-ruang yang dapat diakses publik. Pengunjung dapat memandangi dari teras dan taman, tetapi pendakian dilarang demi keamanan dan kelancaran operasional tempat ibadah itu.

Diharapkan adanya kontribusi finansial untuk kunjungan ke monumen itu, sedangkan akses bagi umat yang datang untuk berdoa tetap gratis.

La Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleursLa Mosquée de Paris et son jardin en fleurs

Beberapa aturan yang perlu diperhatikan

Meski Masjid Agung dibuka untuk pengunjung, jangan lupa bahwa tempat ini pada dasarnya adalah tempat ibadah. Pakaian yang sopan diminta. Disarankan berbicara dengan tenang, menghormati area ibadah, dan menghindari kunjungan saat pertemuan keagamaan besar, terutama pada hari Jumat atau saat perayaan umat Islam.

Syarat kunjungan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung jadwal kantor atau adanya acara khusus. Karena itu, sebaiknya cek situs resmi sebelum Anda berangkat.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna
Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda