Dunia seni berduka! Pierre Soulages, seniman terkenal di seluruh dunia berkat karya-karyanya yang serba hitam dan penciptaan outrenoir, telah pada Rabu, 26 Oktober 2022, di usia 102 tahun. Kabar ini pertama kali disampaikan oleh walikota Rodez, dan kemudian dikonfirmasi oleh rekan-rekan dari Franceinfo.
Pierre Soulages adalah salah satu tokoh paling ikonik dalam dunia seni kontemporer, dikenal karena ciptaannya outrenoir, sebuah warna "baru" yang memanfaatkan tekstur cat untuk memantulkan cahaya di atas kanvas hitam. Seorang seniman yang tak pernah berhenti berkarya, ia terus menciptakan karya-karyanya hingga akhir hayat di studio kecilnya di Sète, Hérault. Bahkan pada tahun 2019, ia masih melakukan pameran besar, memperingati seratus tahunnya, di Musée du Louvre.
Ia lahir pada tahun 1919 di Rodez, Aveyron. Ayahnya, seorang bengkel kendaraan, meninggal dunia saat ia baru berusia tujuh tahun. Sejak itu, ia dibesarkan oleh ibunya dan adiknya, tetapi juga sedikit oleh para seniman dan pengrajin di lingkungan sekitarnya, yang menanamkan kecintaan terhadap seni dan alat-alatnya. Sebuah kunjungan ke biara Romawi di Conques menjadi momen yang mengubah hidupnya: "Di sana, saya bisa bilang, bahwa sejak muda saya telah memutuskan bahwa seni adalah hal terpenting dalam hidup saya", ujarnya dalam wawancara dengan BNF pada tahun 2001.
Pada usia 18 tahun, ia tiba di Paris untuk mengikuti ujian masuk École des Beaux-Arts. Ia lulus ujian, namun merasa kurang cocok dengan pengajaran di sana, sehingga ia memutuskan meninggalkan sekolah dan kembali ke Rodez. Setelah dibebaskan dari wajib militer pada tahun 1941, Pierre Soulages kembali belajar di École des Beaux-Arts, Montpellier. Karier senimannya benar-benar dimulai di Courbevoie pada tahun 1946, dengan fokus pada seni abstrak.
Seorang seniman yang selalu tertarik dengan warna hitam: "Itulah warna pakaian saya sejak pertama kali saya bisa memilihnya. Ibu saya sangat terkejut. Dia berkata kepada saya: 'Kamu sudah ingin mengenakan duka cita?'", ujarnya kepada rekan-rekan dari AFP pada Februari 2019. Warna yang benar-benar ia eksplorasi dalam karya-karyanya mulai 1979. Tetapi jangan berpikir bahwa Pierre Soulage tidak pernah mencoba hal lain di luar sana, di bidang seni yang berbeda. Seniman ini juga mulai mencoba sabagai pencetak grafis sejak 1951, kemudian berlanjut ke seni cetak etsa, lithografi, dan serigrafi.
Pada tahun 2014, kota Rodez mempersembahkan sebuah museum untuknya, yaitu Museum Soulages, yang memamerkan karya-karyanya. Namun, ada satu syarat utama: museum tersebut harus terbuka untuk karya dari seniman lain. Kini, koleksi tersebut telah dipamerkan di berbagai belahan dunia dan pasti akan dikenang oleh banyak pecinta seni!















