Ini adalah pengumuman yang diberikan secara tertutup, namun menandai akhir dari acara besar dalam kehidupan budaya Paris. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada 23 Oktober 2025 melalui situs web, Asosiasi Droit à la Culture mengumumkan bahwa tidak akan ada lagi Karnaval Paris maupun Karnaval Perempuan, akibat keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan.
Presiden Karnaval Paris dan Karnaval Wanita, Ilham Mouhid, mengungkapkan hal ini: "Para peserta yang saya hormati, sahabat-sahabat Karnaval Paris dan Karnaval Wanita, dengan rasa penyesalan mendalam saya harus mengumumkan atas nama asosiasi Droit à la Culture bahwa kami memutuskan menghentikan penyelenggaraan Karnaval Paris dan Karnaval Wanita. Keputusan ini sangat sulit, namun diambil karena keterbatasan sumber daya manusia dan dana hibah. Kami tidak lagi mampu menjamin keamanan peserta, karena kekurangan dana dan relawan."
Dan melanjutkan: "Kami memahami bahwa pengumuman ini mungkin akan mengecewakan banyak dari Anda, dan kami berbagi kesedihan tersebut. Karnaval Paris dan Karnaval Wanita adalah tradisi yang kaya dan penuh semangat, dan kami menyadari betapa pentingnya acara ini bagi banyak orang. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah berkontribusi dalam keberhasilan Karnaval Paris dan Karnaval Wanita selama ini: para peserta, sukarelawan, seniman, dan penduduk Paris. Semangat dan dedikasi Anda semua telah menjadi kunci keberhasilan acara ini."
Jika tradisi karnaval di ibukota berakar sejak abad ke-15, menggantikan Festival Orang Gila, Karnaval Paris seperti yang dikenal sekarang ini resmi kembali diselenggarakan pada tahun 1998 berawal dari ide seniman Basile Pachkoff dan didorong oleh asosiasi Hak untuk Berkarya, yang didirikan oleh Alain Riou. Sejak tahun 1952, acara ini sempat absen selama bertahun-tahun.
Dengan harapan mendorong perkembangan dan promosi hak atas kebudayaan serta mendukung demokratisasi budaya dalam berbagai bentuknya, asosiasi ini setiap tahun menggelar Karnaval Paris. Acara ini memberi kesempatan warga Paris sejati dan wisatawan yang berkunjung untuk menyaksikan sebuah kiprah warna-warni yang mempesona dan penuh semangat. Karnaval perempuan, yang juga dikenal sebagai Festival Pencuci Pakaian, pertama kali digagas pada tahun 2008.
Situs resmi
www.carnaval-paris.org















