Wafatnya Guesch Patti, penyanyi lagu hit "Étienne", meninggal pada usia 80 tahun

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Diperbarui 22 Juni 2026 pukul 19:06
Guesch Patti, penyanyi, penari, dan aktris Prancis yang namanya mencuat di kalangan publik lewat hits Étienne pada 1987, meninggal dunia pada malam 21–22 Juni 2026 di Paris. Berusia 80 tahun, sang seniman tutup usia setelah berjuang melawan penyakit berkepanjangan. Ia meninggalkan karier yang unik, ditandai oleh musik, tari kontemporer, teater, dan perfilman.

Guesch Patti meninggal di Paris pada malam antara 21 dan 22 Juni 2026. Dikenal luas publik lewat sukses besar Étienne, yang terjual hampir satu setengah juta salinan pada akhir 1980-an, ia juga menapaki karier yang kaya sebagai penari dan aktris. Berbekal penghargaan Victoire de la Musique pada 1987, ia tetap menjadi salah satu tokoh penting dalam pop Prancis pada dekade itu.

Lahir Patricia Porrasse pada 16 Maret 1946 di Neuilly-sur-Seine, Guesch Patti tumbuh dalam lingkungan seni. Anak dari impresario Jean Porrasse dan merupakan anak baptis aktor Bernard Blier, ia menekuni tari klasik sejak kecil dan bergabung dengan Opéra de Paris pada usia sembilan tahun. Setelah itu, ia meniti karier sebagai penari bersama sejumlah ikon besar dalam dunia koreografi sebelum akhirnya beralih ke dunia lagu.

Pada tahun 1987 kariernya melejit setelah merilis lagu Étienne. Didorong oleh melodi yang menancap dan video klip berani yang sempat memicu polemik pada masa itu, lagu ini menjadi sukses besar di Prancis maupun sejumlah negara Eropa. Lagu tersebut memuncaki posisi pertama Top 50 dan dikenang sebagai salah satu karya ikonik era 1980-an. Berkat sukses itu, Guesch Patti meraih Victoire de la Musique untuk perempuan paling bersinar tahun itu. Album pertamanya, Labyrinthe, memperkuat namanya di industri, meskipun tidak ada lagu berikutnya yang seberat dampak Étienne.

Seiring berjalannya waktu, Guesch Patti melanjutkan karier seninya dengan beberapa album, antara lain Nomades, Gobe, Blonde, dan Dernières nouvelles. Ia juga mengembangkan karier sebagai pemeran di layar lebar maupun teater, tampil terutama dalam Une pour toutes karya Claude Lelouch, Elles, Suzanne, maupun Monsieur Max. Di atas panggung, ia terlibat dalam banyak kreasi yang memadukan teater dan tari kontemporer.

Seiring dengan meninggalnya Guesch Patti, musik Prancis kehilangan seorang seniman yang tak bisa dikotak-kotakkan, citranya tetap melekat pada hit Étienne. Di balik kesuksesan populer itu tersimpan seorang pencipta serba bisa, yang beralih dari tarian ke musik lalu teater dengan standar artistik yang sama. Dunia khasnya dan kebebasan nadanya akan meninggalkan jejak lama bagi beberapa generasi penonton dan penggemar musik.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna
Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda