Fête de la musique kembali hadir di Paris dan seluruh Prancis pada 21 Juni. Seharian penuh, para musisi, baik amatir maupun profesional, membangkitkan musik live dengan mengeluarkan alat-alat mereka dan menghadirkan banyak konser gratis di berbagai penjuru. Dari jalanan hingga bar, restoran, hingga gedung pertunjukan, museum, pusat budaya, dan lembaga-lembaga—setiap 21 Juni, musik hidup merayap ke berbagai lokasi, menyapa telinga-telinga yang haus nada.
Selain itu, beberapa acara masuk daftar wajib saat berada di Paris, seperti Festival 36h Saint-Eustache, yang digelar setiap tahun pada tanggal 20 dan 21 Juni di Gereja Saint-Eustache, dalam rangka Fête de la musique. Berakar sejak 20 tahun lalu, buah gagasan asli sang pastor di Saint-Eustache, Festival 36h merupakan inisiatif komunitas paroki Saint-Eustache. Konsepnya? Selama 36 jam—termasuk satu malam putih—riff, keyboard, beat, dan samples bersanding dengan paduan paduan kors dan organ, di bawah kubah megah Gereja Halle di Paris.
Selama set mereka, setiap kelompok meninjau kembali karya liturgi pilihan mereka (Injil, requiem, ave maria, mazmur, negro spiritual...), menghidupkan musik sakral dari sudut pandang yang tidak biasa.
Sayangnya bagi para penggemar acara musik tahunan ini, festival 36h Saint Eustache tidak akan digelar pada tahun 2026. Begitulah yang tertulis di halaman Instagram festival.




Kami mengingatkan bahwa festival 36h Saint-Eustache merayakan ulang tahun ke-20 pada 2025 dan mengundang sejumlah nama untuk perayaan itu, termasuk Hugo Jardin, AJA, Edward Barrow, Kyrie Kristmanson, Baptiste-Florian Marle-Ouvrard, serta YOM. Pada edisi-edisi sebelumnya, acara ini juga pernah menampilkan Léonie Pernet, Clara Ysé, Turzi, Flavien Berger, Bachar Mar Khalifé, Kid Francescoli, Hugh Coltman, Lisa Ducasse, maupun Nina Versyp.