Dalam rangka Journées du Patrimoine 2026, Jardins Japonais de Favières di Seine-et-Marne secara istime dibuka dengan tarif istimewa, pada tanggal 19 dan 20 September 2026. Oase damai seluas 7.000 m² ini, dirancang oleh Sandrine Milic, mengundang untuk merenung, hanya sekitar 40 menit dari Paris.
Inilah kesempatan untuk mengenali atau kembali mengenali sebuah ruang landskap yang unik, terinspirasi dari tradisi Jepang. Terletak di alam alami, kebun pribadi ini, direncanakan dan diciptakan oleh Sandrine Milic, menawarkan pengalaman mendalam tentang budaya Jepang melalui berbagai ruang yang dirancang dengan teliti. Setiap kebun, baik kebun jalan setapak, kebun batu karedesan (Karesansui) maupun kebun teh, mencerminkan semangat zen khas tradisi kuno tersebut.
Lokasi yang terus berkembang ini semakin cantik sejak kunjungan terakhir kami, menjanjikan penemuan baru yang lebih memuaskan. Sandrine Milic terinspirasi oleh alam dan seni Jepang untuk menciptakan ruang yang mendorong meditasi dan penyegaran batin. Jardins Japonais de Favières memungkinkan pengunjung berjalan santai sambil menjelajahi keindahan lanskap dengan ritme sendiri, dalam suasana yang tenang dan menenangkan, jauh dari kebisingan kota Paris.
Dengan demikian, ajang Journées du Patrimoine merupakan kesempatan indah untuk menjelajahi tempat yang menggabungkan seni dan alam, ideal untuk kontemplasi. Pembukaan istimewa dari Jardins Japonais de Favières menjanjikan pelarian yang sekaligus budaya dan menenangkan bagi siapa saja yang ingin melarikan diri dari rutinitas sehari-hari.
Dari lahan terbengkalai menjadi warisan yang hidup
### Kisah kebangkitan ekologis dan lanskap
Pada 2021, Sandrine Milic memilih menempati tanah yang sudah bertahun-tahun terbengkalai itu. Di sana, bekas ekskavasi, tanah yang miskin, dan jejak sebuah pembuangan liar serta tambang liar tetap terlihat; ia membayangkan kebun-kebun Jepang tradisional yang dirancang menurut prinsip sakuteiki, seni kuno menyusun batu, air, dan tumbuhan.
Di atas hampir 9.000 m², beberapa kebun Jepang perlahan terbentuk mengelilingi kolam, kolam dangkal, dan air terjun.
Kembalinya biodiversitas telah dinantikan, tetapi kecepatannya dipertanyakan. Dalam beberapa tahun, beberapa spesies katak kembali menghuni kolam-kolam. Triton pun muncul. Ular berkerah menemukan habitat yang mendukung. Pemasangan kotak sarang mendorong kehadiran burung-burung kecil seperti burung pipit biru yang membantu menekan ulat processionary tanpa perlu pestisida kimia.
Sekarang, kebun ini dirawat tanpa herbisida maupun insektisida. Hampir separuh lahan properti dipertahankan dalam kondisi yang lebih alami dan dirawat melalui penggembalaan ekologi, memberikan satwa liar ruang ketenangan yang jarang bisa dinikmati publik.
Kebangkitan ekologis dan lanskap ini sejalan dengan tema Journées Européennes du Patrimoine 2026: « Patrimoine en péril : raviver, résister, réimaginer », bukan sekadar melestarikan warisan yang ada, melainkan benar-benar menciptakan warisan baru.
### Informations pratiques :
• Visites sur réservation uniquement
• Tarif JEP : 4 € adulte / 2,50 € enfant
• Adresse : 10 chemin de la Belle Épine, 77220 Favières
Syarat keikutsertaan: Setiap kunjungan dibatasi dua puluh orang untuk menjaga ketenangan lokasi, satwa, dan lingkungan sekitar. • Tarif JEP: 4 € untuk dewasa / 2,50 € untuk anak - Tarif istimewa | Reservasi wajib - https://jardinsfavieres.fr/billetterie/
Jadwal: Sabtu 19 September 2026 - 10:00 ⤏ 12:00, 14:00 ⤏ 16:00 | Minggu 20 September 2026 - 10:00 ⤏ 12:00, 14:00 ⤏ 16:00
Tanggal dan jadwal
Dari 19 September 2026 Pada 20 September 2026
Tempat
Taman-taman Jepang di Favières
10 Chemin de la Belle Epine
77220 Favieres
Perencana rute
Harga
Tarif JEP : €2.5 - €4
Usia yang disarankan
Untuk semua
Situs resmi
jardinsfavieres.fr