Lagi-lagi tertunda: Marvel 1943: Rise of Hydra, game aksi naratif yang dikembangkan oleh Skydance New Media di bawah arahan Amy Hennig, kreator pendamping di saga Uncharted. Awalnya dijadwalkan rilis awal 2027, judul yang menggabungkan Captain America dan Black Panther di Paris yang diduduki selama Perang Dunia II ini akhirnya diprediksi baru hadir di rentang waktu yang lebih maju pada 2027, tanpa jendela rilis yang lebih spesifik. Shawn Kittelsen, kepala Paramount Games Studio, menegaskan tim membutuhkan waktu untuk menjaga kualitas permainan: “Ini memang game sungguhan. Benar-benar nyata. Bisa dimainkan. Saya bahkan punya kontroler Bob Esponja di sini, namun gamenya sedang terpasang di hard disk saat ini. Jadi saya bisa menjalankan versi game itu dan memainkannya,” ujarnya
Dan ia melanjutkan: "Kami terus mengembangkan gim ini, namun Amy dan timnya memiliki ambisi besar terhadap kualitas. Tim ini relatif kecil jika dibandingkan dengan standar AAA yang mereka incar". Ia menambahkan: "Apa yang Anda lihat pada cuplikan sebelumnya benar-benar sejalan dengan penampilan gim ini saat ini. Kami mengembangkannya dengan bagian sumber daya yang jauh lebih kecil daripada yang biasanya dimiliki produksi AAA sejenis, sambil berupaya mempromosikan model pengembangan baru yang lebih bertanggung jawab dan lebih berkelanjutan".
Dalam sebuah pernyataan resmi, studio menjelaskan bahwa mereka ingin "menawarkan game kelas atas yang tak terlupakan" dan menjamin kualitas yang sebanding dengan dunia Marvel. "Marvel 1943: Rise of Hydra adalah proyek yang ambisius, dan kami berkomitmen memastikan bahwa proyek ini memenuhi ekspektasi tim kami, para pemain, dan para penggemar soal kualitas", demikian juga dinyatakan Skydance Media dalam unggahan di X pada saat penundaan hingga 2026. Studio tersebut juga menambahkan terima kasih kepada komunitas atas kesabarannya, sambil menjanjikan informasi baru "seiring kemajuan perkembangan".
Sejak pertama kali diperkenalkan, Marvel 1943: Rise of Hydra tidak terlalu banyak terdengar kabarnya. Game ini awalnya direncanakan untuk dirilis pada akhir 2025, seperti yang diungkapkan oleh Khary Payton, pengisi suara Black Panther, sebelum akhirnya ditunda untuk pertama kalinya hingga awal 2026. Aktor tersebut menggambarkan game ini sebagai pengalaman sinematik: "Kami ingin orang-orang memainkan game ini dan seluruh keluarga menontonnya seperti serial, seperti Game of Thrones atau The Walking Dead," jelasnya dalam wawancara dengan TheDirect. Dia juga menambahkan bahwa para pemain tidak akan "duduk-duduk di kafe di Paris", melainkan menjanjikan petualangan dinamis di ibu kota pada tahun 1940-an.
Berlatar belakang Perang Dunia II, game ini memungkinkan pemain untuk memerankan empat karakter: Captain America, Azzuri (kakek T'Challa dan Black Panther pada masa itu), Nanali, anggota Dora Milaje, dan Gabriel Jones, tentara dari Commandos Hurlants. Bersama-sama, mereka akan menghadapi Hydra, organisasi Nazi yang dipimpin oleh Red Skull. Terinspirasi dari komik Flags of Our Fathers, game ini menjanjikan sinematografi yang didukung oleh kekuatanUnreal Engine 5.
Penundaan terbaru ini menambah rangkaian keterlambatan yang bisa merombak seluruh jadwal Skydance Media. Jika belum ada tanggal baru yang diumumkan, studio tersebut bisa memanfaatkan cuplikan terbaru pada Game Awards berikutnya, misalnya
Sementara itu, para penggemar harus bersabar untuk akhirnya mengetahui proyek ambisius Marvel ini, yang tampaknya akan menjadi salah satu game naratif yang paling dinantikan saat ini.
Dan untuk trailer lainnya, silakan klik di sini:















