Perburuan penyihir kembali berlangsung di gang-gang Amsterdam! 1666: Amsterdam, jeu d’action-aventure yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Panache Digital Games, mengejutkan publik pada Summer Game Fest, pada 5 Juni 2026. Dipandu oleh Patrice Désilets, pencipta beberapa Assassin’s Creed dan Prince of Persia : Les Sables du temps di Ubisoft, proyek yang sudah lama dinantikan ini akhirnya terungkap lewat prolog gratis yang sudah tersedia di PC, melalui Steam dan Epic Games Store, sebelum akses awal yang dijadwalkan akan hadir nanti pada 2026. Permainan ini membawa para pemain ke Amsterdam dengan nuansa dark fantasy, antara perburuan penyihir, sihir, dan penyelidikan supranatural.
Gameplay-nya berfokus pada eksplorasi, penyelidikan, dan pengambilan keputusan. Pemain memerankan Noa, yang mampu menggunakan ilmu sihir untuk mengidentifikasi entitas gaib yang menyamar di antara penduduk kota. Informasi yang ada menunjukkan beberapa pendekatan untuk mengungkap misteri, dengan pilihan, timing, dan dimensi strategi yang bisa memengaruhi jalannya kejadian. Pendamping Aaron, seekor kucing hitam yang juga bisa dikendalikan pemain, diproyeksikan berperan dalam sejumlah adegan eksplorasi dan penyusupan. Secara keseluruhan, permainan ini menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam rekonstruksi Amsterdam secara rinci, baik siang maupun malam.
Dunia ini berada dalam semesta dark fantasy di mana, pada tahun 1333, perjanjian telah dibuat dengan makhluk-makhluk yang disebut Originaux. Tiga abad kemudian, entitas-entitas itu masih hidup di antara penduduk Amsterdam dalam wujud manusia. Noa Brooklyn, dibesarkan oleh Zaindaris untuk menunaikan takdir yang tidak ia pilih, menjadi Penilik dan harus membongkar kekuatan gaib yang tersembunyi. Kisahnya bergeser antara beberapa periode, terutama 1666, 1999, dan era kontemporer. Deskripsi resmi merangkum titik awal permainan: "Setiap 333 tahun, sesuatu bangkit (...) Noa, Penilik, menguasai ilmu sihir untuk mengungkap entitas iblis yang tersembunyi di balik wajah-wajah manusia. Selidiki pada siang hari. Hadapi iblis dalam dirimu pada malam hari".
Untuk melengkapi presentasi ini, Patrice Désilets membahas akses ke demo yang terkenal: "Hari ini, kami akhirnya siap mengundang para pemain ikut dalam proses ini. Prolog gratis yang bisa dimainkan sekarang di Steam dan Epic Games Store hanyalah gambaran kecil dari apa yang akan datang". Versi playable pertama ini memungkinkan para pemain untuk mengenal dasar-dasar alam semesta dan sistem naratifnya, menantikan langkah berikutnya dalam pengembangan serta rilis versi konsol di kemudian hari. Prolog ini karenanya seharusnya menjadi titik referensi pertama sebelum bisa menilai lebih tepat ambisi 1666: Amsterdam.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.























