Setelah Patients pada tahun 2017, Grand Corps Malade dan Mehdi Idir melanjutkan kolaborasi mereka dengan La Vie scolaire, yang dirilis di bioskop pada tahun 2019. Film kedua ini menyoroti kehidupan sehari-hari di sebuah SMP di zona prioritas di Saint-Denis, Seine-Saint-Denis, dengan menampilkan kisah para siswa, petugas pengawas, dan staf edukasi. Dikampanyekan oleh Zita Hanrot, bersama dengan Liam Pierron, Soufiane Guerrab, dan Antoine Reinartz, film ini masuk dalam genre komedi drama sosial yang mengangkat isu-isu kontemporer pendidikan di sekolah negeri. Setelah tayang di bioskop mulai 28 Agustus 2019, La Vie scolaire akan tersedia di Netflix pada 19 Januari 2026.
Samia, seorang kepala konselor baru yang masih muda, meninggalkan kampung halamannya di Ardèche untuk memulai tugas di sebuah SMA terkenal cukup menantang di Saint-Denis. Di tengah tantangan disiplin yang terus-menerus dan tekanan sosial yang tak henti, ia menemukan sebuah sekolah yang penuh kehidupan, dipenuhi energi, humor, dan kontradiksi dari para siswa maupun staf pengajar.
Dalam beberapa minggu, Samia belajar beradaptasi dengan berbagai kepribadian yang mencolok, mulai dari tokoh karismatik di lingkungan sekitar, siswa provokatif, hingga remaja yang mencari jati diri. Ia terutama memperhatikan Yanis, siswa yang cerdas dan penuh semangat, yang menyembunyikan bakatnya di balik sikap nakal. Dengan berusaha membimbingnya menuju masa depan yang lebih terbuka, sang pengawas sekolah muda ini menyadari baik kelemahan maupun kekuatan manusiawi yang ada di dalam sekolah Republik.
Setelah keberhasilan kritis dan di mata publik dari Patients, Grand Corps Malade dan Mehdi Idir ingin mengangkat tema dunia sekolah tanpa memberi penafsiran yang sudah dipersiapkan sebelumnya, dengan berlandaskan pengamatan dan pengalaman pribadi. Memilih bangku sekolah menengah pertama sebagai latar cerita terasa alami, karena di situ lah identitas, hubungan dengan otoritas, serta cita-cita awal mulai terbentuk. Cerita ini dikembangkan dari serangkaian adegan yang terinspirasi dari kenyataan, didukung oleh diskusi dengan para profesional di bidang pendidikan dan melalui kegiatan workshop di berbagai sekolah.
Karakter Samia berfungsi sebagai penghubung antara berbagai kisah: siswa, pengawas, guru, dan pihak administrasi. Pengambilan gambar dilakukan di Saint-Denis, terutama di kawasan Francs-Moisins, dengan melibatkan banyak warga setempat dan pemain figuran lokal, demi menjamin nuansa yang realistis. Sesuai dengan pendekatan mereka, para sutradara memilih aktor yang kurang dikenal dan menempatkan kerja sama dengan para pemain muda sebagai fokus utama.
Antara komedi dan drama, La Vie scolaire mengusung nada yang mudah diterima, beralih antara kelegaan, emosi, dan pengamatan sosial. Film ini menyasar penonton yang tertarik pada isu pendidikan maupun mereka yang menyukai kisah-kisah kolektif yang berakar dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa memandang serius atau terlalu pesimistis terhadap topik yang diangkat, film ini menawarkan gambaran manusiawi tentang institusi pendidikan, yang memperhatikan hubungan, kerentanan, dan semangat solidaritas.
La Vie scolaire
Film | 2019
Tayang di bioskop mulai: 28 Agustus 2019
Tersedia di Netflix mulai 19 Januari 2026
Komedi, Drama | Durasi: 1 jam 51 menit
Disutradarai oleh Grand Corps Malade, Mehdi Idir | Dengan Zita Hanrot, Liam Pierron, Soufiane Guerrab
Asal negara: Prancis
Dengan menyoroti rutinitas sehari-hari dan kisah pribadi, La Vie scolaire melanjutkan pendekatan para pembuatnya: mengisahkan cerita kolektif dari sudut pandang manusia dan remaja, menampilkan sebuah sekolah yang penuh ketegangan namun juga dipenuhi semangat dan harapan.
Untuk menambah wawasan, temukan juga pilihan film terbaru Netflix bulan ini, panduan rilis film dan serial terbaru di semua platform streaming, serta rekomendasi hari ini apa yang harus ditonton hari ini secara streaming.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.















