Bruno Salomone meninggal dunia: aktor Fais pas ci, fais pas ça berusia 55 tahun.

Oleh Laurent de Sortiraparis · Diperbarui 16 Maret 2026 pukul 13:39
L’acteur et humoriste Bruno Salomone, yang dikenal terutama karena perannya sebagai Denis Bouley dalam Fais pas ci, fais pas ça, meninggal pada usia 55 tahun pada 15 Maret 2026, menurut pengumuman agennya atas nama keluarganya. Kilas balik karier tokoh ini di televisi, bioskop, dan pengisi suara di Prancis.

Aktor dan komedian Bruno Salomone, sosok terkenal di televisi Prancis, telah meninggal pada usia 55 tahun, diumumkan oleh agennya Laurent Grégoire atas nama keluarganya, yang menyatakan dia wafat setelah berjuang melawan penyakit berkepanjangan, pada 15 Maret 2026. Bagi banyak penonton, namanya sebelumnya lebih identik dengan Denis Bouley, tokoh utama dalam serial Fais pas ci, fais pas ça di France 2, tempat ia lama membangun kehadiran yang akrab di lanskap audiovisual Prancis.

Kepergian ini juga menyoroti jejak karier yang lebih luas, dibangun di antara humor, fiksi televisi, sinema populer, teater dan suara off, dengan karier yang ditandai oleh kesinambungan nyata alih-alih efek kejutan. Dalam ranah komedi maupun peran yang lebih mapan, Bruno Salomone telah mengukuhkan posisinya yang mudah dikenali, didorong oleh gaya aktingnya yang khas dan kemampuan untuk melintasi berbagai format.

Dari Graines de Star hingga Fais pas ci, fais pas ça, sebuah perjalanan karier yang bertahan lama

Lahir pada 1970, Bruno Salomone telah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Marseille lalu di pinggiran kota Paris sebelum dikenal luas pada tahun 1996 setelah menjuarai Graines de Star di M6. Eksposur televisi itu menjadi pintu gerbang menuju kariernya yang selama ini dibentuk oleh kolektif Nous C Nous, rombongan tempat ia memulai kariernya bersama Jean Dujardin, namun juga bersama Éric Collado, Éric Massot dan Emmanuel Joucla.

Dalam beberapa tahun berikutnya, ia semakin menonjol lewat Caméra Café, acara andalan M6 yang jadi tonggak kariernya, lalu menapaki dunia film lewat sejumlah komedi seperti La Beuze (2003), Brice de Nice (2005), hingga Les Vacances de Ducobu (2012). Di layar kaca, ia tak jarang tampil di berbagai serial dan fiksi, seperti Kaamelott, di mana ia memerankan Caius Camillus, serta Le Secret d’Élise maupun La pire semaine de ma vie. Keberagaman peran ini menempatkan Bruno Salomone dalam sebuah ruang unik: seorang aktor yang mampu bergerak dari humor absurdis dan nyeleneh ke peran yang lebih bernarasi, tanpa kehilangan ciri khasnya di layar.

Dari dubbing hingga voice-over, bagian lain dari kariernya

Perjalanannya tidak hanya sebatas gambar di layar. Bruno Salomone juga berkecimpung di bidang dubbing dan voice over, sebuah ranah di mana timbre suaranya dan selera humor yang khas menemukan tempatnya. Ia terutama mengisi suara Jolly Jumper dalam film Lucky Luke karya James Huth, yang rilis pada 2009, maupun Syndrome, antagonis bagi keluarga Parr dalam Les Indestructibles, yang dirilis pada 2004. Ia juga menjadi suara off Burger Quiz, acara yang dia dampingi dengan nada netral dan mudah dikenali.

Aktivitas sampingannya menunjukkan posisinya di industri ini: seorang aktor yang langsung dikenali publik, namun tidak pernah dibatasi pada satu peran saja. Penampilan terbarunya di televisi terjadi pada 2025 dalam serial A priori di France 3. Stasiun itu sejak itu mengumumkan kembalinya musim kedua yang dijadwalkan pada akhir Maret 2026 dengan Florent Manaudou sebagai salah satu tokoh utama. Jadwal ini memberi makna khusus pada kepergiannya, meskipun namanya tetap terkait dengan berita seputar program-program yang ditayangkan.

Jejak yang langgeng di ingatan penonton

Wafatnya Bruno Salomone menghidupkan kembali kenangan tentang seorang komedian yang lama menjadi bagian dari keseharian penonton. Dari Fais pas ci, fais pas ça hingga penampilannya dalam komedi-komedi populer, melalui perannya di layar kaca dan pekerjaannya sebagai pengisi suara, ia berhasil menancapkan dirinya secara bertahan lama di lanskap audiovisual Prancis tanpa pernah berusaha berlebihan.

Bagi banyak orang, dia akan tetap terkait dengan era tertentu dalam fiksi dan humor di televisi, sekaligus dengan keakraban langka yang diciptakan oleh wajah-wajah dan suara-suara yang terus hadir sepanjang masa. Peran-perannya, sumbangannya, dan kehadirannya yang tenang terus meninggalkan jejak dalam ingatan para penonton.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna
Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda