Usai memberikan sekilas penghormatan gaya terhadap Audrey Hepburn dalam Emily in Paris, Lily Collins beralih dari penghormatan jadi peran utama. Aktris itu akan memerankan legenda Hollywood dalam sebuah film yang mengangkat proses pembuatan Diamants sur canapé (Breakfast at Tiffany’s), yang dirilis tahun 1961. Bukan biopik konvensional di menu: proyek ini akan menelusuri kisah pembuatan film karya Blake Edwards dan sosok Holly Golightly yang tak terlupa. Collins bahkan sudah mengerjakan ide ini selama hampir sepuluh tahun.
Dan sisi-sisi di balik sarapan terkenal itu tak kurang mengejutkan. Naskahnya mengadaptasi Fifth Avenue, 5 A.M., buku karya Sam Wasson yang membahas la genèse du long-métrage. Di antara episode-episode yang dinanti: perbedaan pendapat seputar pemeran Holly Golightly, Truman Capote lebih memilih Marilyn Monroe daripada Audrey Hepburn. Capote, sutradara Blake Edwards, dan desainer kostum Edith Head juga seharusnya menjadi tokoh dalam film ini, meski pemerannya masih dicari. Untuk mengubah kisah ini menjadi layar lebar, penulisan naskah diserahkan kepada Alena Smith, pencipta serial Dickinson, yang mengangkat kisah penyair Amerika, Emily Dickinson.
Lily Collins tidak sekadar mencoba sepatu balerina milik Audrey: ia juga memproduksi proyek ini lewat perusahaannya Case Study Films, bekerja sama dengan Imagine Entertainment dan produser Scott LaStaiti. Transformasi ini pun sudah mendapat sedikit restu dari keluarga. Sean Hepburn Ferrer, putra sulung Audrey Hepburn, mengungkapkan bahwa ia telah beberapa kali berdiskusi dengan sang aktris tentang cara mendekati peran tersebut, menggambarkannya sebagai "something special".
Yang kini perlu diketahui adalah kapan etalase Tiffany akan menyala di hadapan kamera. Tidak ada sutradara, tidak ada tanggal syuting maupun tanggal rilis yang diumumkan sejauh ini, dan filmnya masih belum memiliki judul resmi.















