Pertunjukan Queen Kong, yang disutradarai oleh Géraldine Pochon, dipentaskan di Théâtre Paris-Villette dari 24 Maret hingga 3 April 2026. Terinspirasi oleh novel karya Hélène Vignal, pertunjukan ini menyuarakan seorang remaja perempuan yang memberontak, di antara pelecehan daring, seksualitas bebas, dan keterlibatan militan.
Pertunjukan Rose akan dipentaskan di Théâtre Paris-Villette dari tanggal 28 Januari hingga 7 Februari 2025. Sebuah kisah tentang masa remaja, kenangan keluarga, dan rekonstruksi emosional, yang disajikan melalui pementasan yang sensitif dan imersif.
Ce soir j’ai de la fièvre et toi tu meurs de froid, karya Julien Lewkowicz, dapat disaksikan di Théâtre Paris-Villette dari tanggal 19 Maret hingga 4 April 2026 setelah pemutaran perdana di Festival Impatience.
Dari tanggal 18 hingga 23 November 2025, À l'ombre du réverbère di Théâtre Paris-Villette menelusuri perjalanan Redwane Rajel dari penjara hingga ke atas panggung, dalam sebuah narasi teatrikal yang intim dan penuh makna.
Dari 14 November hingga 5 Desember 2025, L'Éclipse dari Collectif Bajour hadir di Théâtre Paris-Villette dengan lukisan dinding remaja yang berlatar belakang wilayah Jura di Prancis pada tahun 1990-an, sebuah kisah tentang inisiasi, hasrat, dan kerapuhan.
Le Poids des Fourmis berlangsung dari tanggal 7 hingga 15 Maret di Théâtre Paris-Villette. Sebagian pemberontakan remaja, sebagian perlawanan warga dan sebagian penyalahgunaan kekuasaan, pertunjukan ini mengeksplorasi dengan humor dan menggigit kemampuan kita untuk bertindak dalam menghadapi ketidakadilan global.