100 tahun Shalimar, 100 tahun gairah yang terkumpul dalam pameran gratis yang dipenuhi emosi dan aroma. Dari 22 Oktober hingga 16 November 2025, Maison Guerlain memperkenalkanEn Plein Cœur, satu abad cinta tanpa filter. Tiga lantai, lebih dari tiga puluh seniman, dan parfum legendaris sebagai benang merah: di sini, cinta terlihat, dirasakan, dan dihirup.




Guerlain mengeksplorasi cinta dalam tiga gerakan:
Diciptakan pada tahun 1925 oleh Jacques Guerlain, Shalimar mengambil legenda dari kisah Mumtaz dan Shâh Jahân, para pembangun Taj Mahal. Dalam bahasa Sansekerta, "Shalimar" berarti "tempat tinggal cinta". Seratus tahun kemudian, jejak misterius dan sensualnya masih melintasi waktu.
Louise Bourgeois, yang karyanya ditampilkan dalam pameran ini, setia pada Shalimar:"Parfum, seperti kenangan, muncul, menghilang, dan muncul kembali". Parfum menjadi saksi dari kenangan, hasrat dan kesetiaan, seperti halnya cinta itu sendiri.
Pameran ini mempertemukan seniman-seniman besar dan baru. Pablo Picasso membuka pameran ini dengan adegan rumah bordil, sementara Sofiya Loriashvili, seorang seniman dan pekerja seks asal Ukraina, mengubah tubuhnya menjadi alat emansipasi. David Hockney mengabadikan keseharian yang intim, Aristide Maillol memahat sensualitas klasik, dan Alex Gardner memadukan siluet dalam pelukan tanpa suara.
Tekstur cinta juga dapat dilihat pada karya François Rouan, Hui Choi, Charlotte Abramow, Camille Henrot, dan Valentin Ranger, yang mengeksplorasi ingatan tubuh, materi hasrat, dan cinta kontemporer kita, baik secara digital maupun fisik.
Di sisi kolektif, Damien Moulierac menggantungkan hati seperti kenangan bersama, Françoise Pétrovitch mengabadikan cinta pertama, Omar Ba merayakan ikatan pernikahan, Louis Verret memadukan autobiografi dan Roland Barthes. Pierre et Gilles mengubah Sylvie Vartan dan Johnny Hallyday menjadi ikon pop, Marion Flament menciptakan rosario cinta, Genesis Belanger membajak romantisme, dan Philippe Favier meninjau kembali pernikahan. Vasantha Yogananthan dan Liu Bolin menciptakan dialog antara Shalimar dan Taj Mahal, sementara L'Oiseau amoureux dari Niki de Saint Phalle membuat kebebasan identik dengan cinta.




Emosi juga bersifat politis. Robert Mapplethorpe memotret Louise Bourgeois dengan Fillette, antara provokasi dan kelembutan. Ren Hang mengekspos seksualitas mentah, Iván Argote menampilkan ciuman monumental(Lengua con Lengua), John Giorno mengubah kata "cinta" menjadi denyut nadi, dan Susan Hefuna menyulam kesunyian hasrat.
Dalam Imponderabilia, Marina Abramović & Ulay menjadikan pengunjung sebagai aktor yang sedang jatuh cinta: melintas di antara dua tubuh telanjang menjadi sebuah pengalaman tentang tubuh dan daging.
Untuk melengkapi pengalaman ini, Delphine Jelk, pembuat parfum Guerlain, dan studio penciuman Magique Studio telah menciptakan jejak penciuman. Sembilan seniman - dari Pierre et Gilles hingga Liu Bolin - telah berkolaborasi. Setiap ruangan memiliki jejak, aura, dan aromanya sendiri. Parfum berdialog dengan seni, menjadi media, pemandu emosional, dan benang tak terlihat di antara karya-karya tersebut.
Guerlain menampakkan cinta (dan hidung) di Champs-Élysées untuk Art Basel 2025!
Tanggal dan jadwal
Dari 22 Oktober 2025 Pada 16 November 2025



























