Tak jauh dari deretan gedung konser di boulevard de Rochechouart (Boule Noire, Trianon, Elysée Montmartre, La Cigale...), sebuah tempat lain membawa penasaran ke dalam dunia musik: Phono Museum, museum bunyi yang menakjubkan di Paris. Sebuah museum unik dan rahasia yang menawarkan perjalanan melalui lebih dari 150 tahun sejarah bunyi yang direkam.
Di balik alamat itu, Jalal Aro, seorang kolektor yang penuh gairah dan otodidak, dengan koleksi pribadinya yang terbentuk sepanjang tahun-tahun, mencakup hampir 300 mesin, semuanya dalam keadaan berjalan. Sebuah gua Ali Baba bagi para penggemar musik dan teknologi kuno, museum ini menawarkan lompatan nyata ke masa lalu melalui lebih dari satu abad inovasi suara.
Sejak 1857 hingga sekarang, Museum Phono menampilkan perangkat perekaman dan mesin-mesin kuno: dari perangkat silinder pertama hingga berkas mp3 masa kini, melalui phonograph pertama, gramofon bercorong, perangkat pita magnetik dan pemutar CD.
Sebuah perkembangan yang menggambarkan evolusi media dan kebiasaan, dari bunyi mekanik ke format digital, bagaimana teknologi telah mengubah cara kita mendengarkan musik. Setiap perangkat telah dipulihkan fungsinya, berkat keahlian pendirinya, yang mampu memperbaiki sendiri benda-benda kadang berusia seratusan tahun itu.
Dibuka untuk umum pada hari Jumat dan Minggu pukul 10.00–18.00, Phono Museum juga menawarkan tur pribadi melalui janji temu untuk pengalaman yang lebih personal. Dari sisi harga, tiketnya terjangkau, berkisar antara 5€ hingga 15€. Kunjungan ini akan memikat baik para penjelajah maupun para penggemar suara.
Tempat
Museum Fono
53 Boulevard Marguerite de Rochechouart
75009 Paris 9
Situs resmi
phonomuseum.fr
Reservasi
phonomuseum.fr















