Dan jika saksi tertua dari Prasejarah di Île-de-France ternyata tersembunyi tepat di bawah langkah Anda, di sebuah jalur kecil di Val-d’Oise? Banyak yang belum menyadarinya, namun daerah ini menyimpan sebuah monumen megalitik yang sangat penting: yaitu batu Turquoise, yang sering kali dianggap sebagai megalit terbesar di wilayah ini.
Batu Turquoise – kadang dieja batu Turqaise dalam catatan lama – adalah sebuah menhir, yaitu sebuah batu besar yang didirikan oleh manusia zaman Neolitikum. Kini, batu tersebut terletak bersandar di tanah, berada di Val-d’Oise di komune Saint-Martin du Tertre.
Dibuat dari batu pasir lokal, situs ini menarik perhatian karena ukuran yang luar biasa untuk daerah sekitarnya: sekitar 5 meter panjangnya, hampir 2 meter tingginya, dan diperkirakan memiliki berat lebih dari 100 ton. Di wilayah Île-de-France, tidak ada monumen megalitik lain yang seberat ini, sehingga tak jarang disebut sebagai monumen megalitik terbesar di Île-de-France.
Seperti banyak situs prasejarah lainnya, fungsi pasti dari batu Turquoise tetap menjadi bahan perdebatan di kalangan para ahli. Para arkeolog sepakat bahwa batu ini berasal dari Zaman Baru, yaitu ribuan tahun sebelum masehi, saat masyarakat pertanian awal mulai menetap secara permanen di wilayah tersebut.
Permata Turquoise saat ini dianggap sebagai simbol utama dari kuburan yang terkait dengan budaya Seine-Oise-Marne (SOM), sebuah budaya Neolitikum yang berkembang antara tahun 3500 dan 2800 SM di kawasan Paris Basin.
Kebudayaan ini dikenal terutama karena:
makam bersama yang tersebar di berbagai lokasi,
arsitektur pemakaman megah berbahan batu,
struktur sosial yang kokoh yang terbentuk dari ritual pemakaman.
Susunan batu yang terlihat hari ini diduga menutupi ruang pemakaman kolektif, tempat beberapa jenazah pernah dikubur secara berurutan. Meskipun fungsi pemakaman dari situs ini telah dipastikan, detail tentang susunan makam, jumlah orang yang dimakamkan, maupun berapa lama situs ini digunakan masih menjadi misteri, karena bangunan penunjang yang pernah ada kini telah hilang termakan waktu.
Berita baik bagi para penikmat sejarah dan warisan budaya: batu Turquoise kini terbuka untuk umum. Terletak di tengah alam, batu ini bisa ditemukan saat menjelajah dengan berjalan kaki, biasanya jauh dari jalur wisata utama. Namun, situs ini masih alami tanpa fasilitas yang lengkap: tidak ada papan petunjuk maupun jalur yang dipermudah secara khusus. Oleh karena itu, disarankan untuk datang dengan sepatu yang nyaman, menghormati keberadaan monumen ini – yang dilindungi dan terlindungi – serta menjaga ketenangan di tempat tersebut.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.
Tempat
Pierre Turquaise
pierre turquaise
95270 Saint Martin du Tertre















