Di Meaux, sebuah taman bersejarah di Île-de-France menyimpan rahasia yang baru terungkap ketika pengunjung menaiki ketinggian. Taman Bossuet, yang dibangun pada abad ke-17 di kota uskup Meaux, menampilkan komposisi geometri yang mengingatkan pada mitra uskup, mahkota liturgi yang tinggi dan runcing dipakai pada upacara.
Dibangun pada masa kepemimpinan Dominique Séguier, mengikuti tradisi besar taman Prancis. Gaya ini, ikon Abad Besar, dikenal karena kecintaannya pada simetri, jejak yang ketat, perspektif yang teratur, dan alam yang disiplin secara sengaja. Di sini, parterre yang dipagari semak boxwood dan dikelilingi oleh dua baris pohon linden berusia seratus tahun membentuk sebuah figur sangat khas: sebuah mitra uskup.
Taman ini membentang di utara bekas istana uskup, yang kini Museum Bossuet, di tengah sebuah kompleks warisan langka di Île-de-France sekitar katedral Saint-Étienne dan kota uskup. Bentuknya baru benar-benar terlihat dari titik tinggi, terutama dari lantai satu istana uskup.



Le Jardin Bossuet, taman pedesaan kecil dengan pemandangan katedral Meaux (77)
Saat singgah di Meaux, di département Seine-et-Marne, pilihlah untuk berjalan-jalan di taman Bossuet, tepat di pusat kota. [Baca selengkapnya]
Kebun ini sekarang dinamai Jacques-Bénigne Bossuet, terkenal uskup Meaux dari 1681 hingga 1704, yang dikenal dengan julukan “Rajawali Meaux”. Di ujung kebun, sebuah tangga menuju teras yang dibuat di atas bagian atas tembok kota Galloromawi zaman Gaul-Romawi, perluasan yang direncanakan pada abad ke-17. Menurut tradisi, sebuah paviliun yang dibangun sekitar 1670 oleh Dominique de Ligny bahkan pernah dipakai sebagai ruang kerja Bossuet.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.



















