Stasiun Montparnasse, kisah stasiun yang membawa Barat ke era modern

Oleh Manon de Sortiraparis · Foto oleh Graziella de Sortiraparis · Diperbarui 15 Juni 2026 pukul 09:44
Terkenal karena menaranya yang tinggi, hall yang luas, dan keberangkatan menuju Bretagne atau Sud-Ouest, stasiun Montparnasse kini menjadi salah satu pintu keluar utama Paris. Namun kisahnya juga mencakup sebuah kecelakaan spektakuler, pemugaran total, dan revolusi dalam perjalanan dengan hadirnya TGV Atlantique.

Jika Anda bertanya kepada orang Paris di mana letak gare Montparnasse, ia akan menunjukkannya tanpa ragu ke kompleks kereta api besar di 15ᵉ arrondissement. Namun, yang sering tidak disadari banyak orang adalah stasiun yang ada sekarang bukanlah stasiun yang dikenal para pelancong pada abad ke-19.

Sejarahnya dimulai pada 1840 dengan dibukanya gare de l'Ouest, dibangun untuk menghubungkan Paris dengan Versailles. Pada masa itu, kereta api masih menjadi sebuah inovasi yang memikat. Segera, jaringan jalur kereta berkembang ke Bretagne, Normandie, dan Pays de la Loire. Stasiun ini menjadi salah satu gerbang utama pintu masuk ke Barat Prancis.

Kecelakaan luar biasa yang mengguncang dunia

Jika ada gambar yang terkait dengan gare Montparnasse, besar kemungkinan gambar itu menampilkan lokomotif yang melintasi fasad bangunan sebelum akhirnya menabrak jalan. Pada 22 Oktober 1895, sebuah kereta dari Granville tiba di Paris dengan beberapa menit keterlambatan. Untuk mengejar keterlambatan tersebut, masinis menjaga kecepatan tinggi hingga mendekati terminus. Karena alasan teknis maupun manusia, pengereman tidak cukup untuk menghentikan rangkaian kereta tepat waktu.

Lokomotif lokomotif menembus pembatas, melintasi hall stasiun, merusak dinding fasad dan akhirnya berhenti beberapa meter di bawahnya, di Place de Rennes. Foto kecelakaan ini menjadi salah satu gambar kereta api paling terkenal dalam sejarah dunia. Hingga hari ini, ia tetap muncul secara berkala dalam buku-buku yang membahas kereta api.

Sebuah stasiun di jantung Paris para seniman

Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kawasan Montparnasse mengalami geliat budaya yang luar biasa. Beberapa blok dari stasiun, pelukis, penulis, penyair dan musisi berasal dari berbagai belahan dunia saling bertemu. Picasso, Modigliani, Foujita, Chagall atau Hemingway pun sering mengunjungi studio-studio dan kafe-kafe di kawasan itu.

Bagi banyak seniman asing yang datang ke Paris melalui pelabuhan Atlantik, stasiun Montparnasse menjadi salah satu gambaran pertama tentang ibu kota.

Lenyapnya Stasiun Lama

Pada Era 1960-an, Paris melancarkan proyek-proyek besar untuk modernisasi kota. Stasiun lama, yang kini terlalu sempit, tidak lagi memenuhi kebutuhan lalu lintas kereta api. Sebuah keputusan radikal diambil: membangun kembali seluruh kompleks. Stasiun baru dibangun sedikit lebih ke arah selatan.

Peresmian bertahapnya berlangsung antara dekade 1960-an hingga 1970-an, seiring dengan pembangunan dari Menara Montparnasse yang secara mendalam mengubah lanskap kawasan tersebut. Stasiun lama hampir hilang sepenuhnya, memberi ruang bagi penataan kota yang baru.

Kejayaan TGV Atlantique

Salah satu transformasi besar di stasiun terjadi pada 1989 dengan kedatangan TGV Atlantique. Inovasi ini secara signifikan mengurangi waktu perjalanan menuju barat Prancis. Rennes, Nantes, Bordeaux, maupun Tours kini menjadi semakin mudah dijangkau dari Paris.

Montparnasse kemudian menjadi salah satu etalase dari kecepatan tinggi Prancis . Jutaan penumpang kini setiap tahun menggunakan stasiun ini untuk menuju Brittany, Sud-Ouest, atau pantai Atlantik.

Sebuah stasiun kereta api yang dibangun di atas kota

Salah satu keistimewaan paling mencolok Montparnasse adalah organisasi vertikalnya. Berbeda dengan banyak stasiun bersejarah di Paris, sebagian besar fasilitasnya dibangun di atas rel yang tertanam dan infrastruktur kota yang kompleks.

Di bawah kaki para penumpang terdapat terowongan, tingkat teknis, akses ke metro, dan kilometer peralatan kereta api yang tak terlihat. Arsitektur modern ini kadang memberi tempat ini reputasi seperti labirin, tetapi yang paling nyata adalah tantangan teknis yang dihadapi selama rekonstruksinya.

Le Jardin Atlantique, à MontparnasseLe Jardin Atlantique, à MontparnasseLe Jardin Atlantique, à MontparnasseLe Jardin Atlantique, à Montparnasse

Taman gantung yang misterius, jarang diketahui para pelancong

Hanya segelintir penumpang yang mengetahuinya, tetapi di atap Gare Montparnasse tersimpan salah satu kebun gantung terbesar di Paris : Jardin Atlantique. Dibangun bersamaan dengan rekonstruksi kompleks ini, ruang hijau seluas beberapa hektar ini tetap relatif kurang dikenal publik.

Namun ia tetap menjadi sebuah jeda tenang di atas keresahan kereta. Keistimewaan ini cukup merangkum semangat stasiun: sebuah tempat yang modern dan penuh kejutan bagi mereka yang meluangkan waktu untuk menjelajahinya.

Stasiun yang Menghadap Masa Depan

Saat ini, stasiun Montparnasse menyambut puluhan juta penumpang setiap tahun. Secara rutin dimodernisasi, ia tetap menjadi salah satu simpul utama jaringan kereta api Prancis. Dari kereta uap abad ke-19 hingga TGV ultramodern, ia telah mendampingi semua evolusi besar perjalanan kereta api.

Dan meskipun tidak memiliki pesona monumental seperti beberapa stasiun yang lebih tua, stasiun ini tetap menjadi salah satu pintu masuk dan keluar ibu kota yang paling penting!

Sauvage - Ris de veau, carotte, chou-fleurSauvage - Ris de veau, carotte, chou-fleurSauvage - Ris de veau, carotte, chou-fleurSauvage - Ris de veau, carotte, chou-fleur Restoran di dekat Stasiun Montparnasse di Paris, rekomendasi kami
Mencari restoran di sekitar Stasiun Montparnasse di Paris? Berikut rekomendasi dan tips terbaik kami! [Baca selengkapnya]

Informasi berguna

Tempat

Place Raoul Dautry
75015 Paris 15

Perencana rute

Aksesibilitas

Situs resmi
www.garesetconnexions.sncf

Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda