Selama era Roaring Twenties, bagi Ernest Hemingway, Paris adalah kota yang penuh dengan kilatan cahaya dan kehancuran, dengan lorong-lorong yang ramai dan kafe-kafe yang buka di malam hari. Dari flatnya yang sederhana hingga tempat pertemuan legendaris "Generasi yang Hilang", ikuti jejaknya berkeliling ibu kota.