Bulan Pride: dari mana asal bendera LGBTQIA+ dan mengapa ada pelangi?

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Diperbarui 5 Juni 2025 pukul 17:11 · Diterbitkan di 4 Juni 2025 pukul 17:11
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa komunitas LGBTQIA+ bersatu di balik bendera pelangi? Kami akan menjelaskan sejarah dan alasan di balik simbol ini.

Sebagai simbol universal keberagaman dan kebanggaan, bendera pelangi kini tidak dapat dipisahkan dari perjuangan LGBTQIA+. Namun, dari mana asalnya, mengapa pelangi, dan apa arti warna-warnanya? Mari kita lihat sejarah bendera yang penuh warna ini. Bendera pelangi, yang dirancang pada tahun 1978 oleh Gilbert Baker, telah menjadi simbol global komunitas LGBTQIA+. Terinspirasi oleh keragaman manusia, bendera ini telah berkembang dari waktu ke waktu untuk mencakup semua identitas gender dan orientasi seksual.

Mengapa pelangi?

Ide menggunakan pelangi sebagai simbol untuk komunitas LGBTQIA+ lahir dari keinginan untuk merepresentasikan keberagaman dan inklusi. Gilbert Baker, seorang seniman dan aktivis Amerika, ditugaskan oleh Harvey Milk, pejabat terpilih gay pertama di San Francisco, untuk menciptakan simbol kebanggaan bagi komunitas tersebut. Baker memilihpelangi karena kemampuannya untuk merefleksikan keragaman pengalaman manusia dan identitas gender dan seksual.

Makna warna

Bendera asli tahun 1978 memiliki delapan garis, masing-masing dengan makna tertentu:

  • Merah muda: seksualitas

  • Merah: kehidupan

  • Oranye: penyembuhan

  • Kuning: sinar matahari

  • Hijau: alam

  • Biru kehijauan: sihir / seni

  • Nila: ketenangan

  • Ungu: semangat

Namun demikian, kendala produksi menyebabkan warna merah muda dan biru kehijauan dihilangkan, sehingga menghasilkan versi enam garis yang kita kenal sekarang:

  • Merah: kehidupan

  • Oranye: penyembuhan

  • Kuning: sinar matahari

  • Hijau: alam

  • Biru: ketenangan

  • Ungu: semangat

Setiap warna mewakili aspek penting dari pengalaman manusia dan komunitas LGBTQIA+.

Evolusi dan inklusivitas

Selama bertahun-tahun, bendera pelangi telah berevolusi untuk mencerminkan keragaman komunitas LGBTQIA+ yang terus berkembang. Pada tahun 2017, 'Philadelphia Pride Flag' menambahkan garis-garis hitam dan cokelat untuk mewakili orang kulit berwarna. Pada tahun 2018, "Progress Pride Flag" dari Daniel Quasar menggabungkan garis-garis putih, merah muda, dan biru untuk orang transgender, serta segitiga kuning dengan lingkaran ungu untuk orang interseks.

Perkembangan ini menggarisbawahi komitmen komunitas untuk mengakui dan merayakan semua identitas, dengan fokus pada inklusivitas dan representasi.

Simbol global

Saat ini, bendera pelangi merupakan simbol global dari kebanggaan LGBTQIA+. Bendera ini ditampilkan di pawai Pride, di gedung-gedung publik dan swasta, dan di ruang digital. Bendera ini tidak hanya melambangkan keberagaman dan inklusi, tetapi juga perjuangan yang sedang berlangsung untuk mendapatkan hak-hak dan pengakuan bagi semua orang LGBTQIA+. Dengan demikian, ini adalah simbol hidup dari keragaman, kebanggaan, dan ketangguhan komunitas LGBTQIA+.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna
Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda