Museum dan monumen kini makin mahal bagi pengunjung dari luar UE, termasuk Sainte-Chapelle dan Opera

Oleh My de Sortiraparis · Foto oleh Graziella de Sortiraparis · Diperbarui 14 Januari 2026 pukul 15:07
Sejak 13 Januari 2026, lima institusi budaya Prancis memberlakukan tarif berbeda untuk pengunjung dari luar Eropa. Louvre, Château de Versailles, Château de Chambord, Sainte-Chapelle, dan Opera Garnier kini mengenakan harga tiket lebih mahal bagi wisatawan non-anggota Uni Eropa.

Jika Anda berencana untuk mengunjungi monument ikonik di Paris dan Île-de-France tahun ini, perlu diketahui bahwa aturan telah berubah. Mulai minggu ini, pengunjung dari luar Eropa harus membayar biaya tambahan di beberapa situs budaya utama di Prancis. Kebijakan ini diterapkan oleh Kementerian Kebudayaan dan mencakup tempat-tempat seperti Museum Louvre di Paris, istana-istana Versailles di Yvelines dan Chambord di Loir-et-Cher, serta Sainte-Chapelle dan Opéra Garnier di ibu kota. Warga negara dari kawasan ekonomi Eropa tetap mempertahankan tarif lama.

Secara langsung, di Sainte-Chapelle, permata gothic yang terletak di pulau Cité di arrondissement pertama, petugas tiket kini menanyai pengunjung mengenai kewarganegaraan mereka saat pembelian di tempat. Bagi mereka yang melakukan reservasi secara online, pemeriksaan dilakukan saat pemeriksaan akses. Jika tarif yang dibayar tidak sesuai dengan kewarganegaraan mereka, mereka harus membayar selisihnya langsung di lokasi. Proses ini sedikit memperpanjang waktu antrean, tetapi menurut petugas, hal ini tidak menimbulkan banyak keberatan.

Di kalangan pengunjung, reaksi mereka umumnya menunjukkan pemahaman. Beberapa menganggap penetapan tarif berbeda ini sangat wajar, karena pola tersebut sudah umum diterapkan di banyak negara di mana penduduk lokal mendapatkan tarif khusus, sementara pengunjung asing mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Apakah Tarif Berbeda akan Benar-Benar Mendukung Pelestarian Warisan Budaya?

Harapan dari segi keuangan tetap rendah. Josy Carrel-Torlet, kepala pengembangan ekonomi di Centre des monuments nationaux, yang mengelola terutama Sainte-Chapelle, jujur mengakui: “Keuntungan finansial bahkan tidak mencapai satu juta euro.” Apalagi, tarif baru ini disertai dengan penghapusan tarif musiman yang sebelumnya diberlakukan. “Kita kehilangan di satu sisi, tapi akan mendapatkan di sisi lain,” ringkasnya secara realistis. Centre des monuments nationaux berencana untuk menilai hasil dari percobaan ini dalam setahun, sebagai upaya untuk melihat apakah usaha ini benar-benar sepadan.

Menurut Kementerian Kebudayaan, kebijakan ini diperkirakan akan mendatangkan tambahan dana sebesar 20 hingga 30 juta euro setiap tahunnya. Dana tersebut akan diprioritaskan untuk proyek renovasi besar-besaran di Louvre, yang diperkirakan menelan biaya lebih dari satu miliar euro, dan diberi nama "Louvre, Kebangkitan Baru" oleh Emmanuel Macron.

Monumen mana saja yang menerapkan tarif baru ini?

Berikut daftar fasilitas yang terkena dampak kenaikan tarif bagi :

  • Museum Louvre (Paris, 1er arrondissement): tiket dewasa non-Eropa dikenai biaya 32 euro, naik 10 euro dibandingkan warga Eropa yang hanya membayar 22 euro.
  • Istana Versailles (Yvelines): biaya masuk hingga 35 euro selama musim ramai bagi pengunjung dari luar Eropa, meningkat 3 euro dari tarif biasa.
  • Kastil Chambord (Loir-et-Cher): tiket 31 euro untuk wisatawan non-UE, naik 10 euro dibandingkan tarif untuk wisatawan Eropa yang sebesar 21 euro.
  • Sainte-Chapelle (Paris, 1er arrondissement): biaya tiket bertambah 6 euro bagi pengunjung dari luar Eropa.
  • Opera Garnier (Paris, 9e arrondissement): sistem harga tiket yang berbeda diterapkan mulai Januari 2026.

Apa pilihan lain untuk mengurangi biaya pembelian?

Dalam menghadapi kenaikan harga ini, Paris Museum Pass menjadi solusi hemat yang menarik bagi wisatawan non-Eropa yang ingin menjelajahi berbagai situs budaya. Pass ini memberikan akses ke lebih dari 50 museum dan monumen di Paris serta di wilayah Île-de-France, dengan keuntungan utama berupa akses tanpa harus antri saat musim wisata puncak.

Harga Paris Museum Pass 2026 adalah sebagai berikut: 55 euro untuk 2 hari berturut-turut, 70 euro untuk 4 hari, dan 90 euro untuk 6 hari. Sebagai pembanding, jika Anda mengunjungi Louvre (32 euro), Versailles (35 euro), dan Musée d'Orsay (17 euro) sebagai pengunjung luar Eropa, total biaya sudah mencapai 84 euro hanya untuk tiga tempat. Dengan pass 4 hari seharga 70 euro, Anda bisa mengakses sekitar lima puluh lokasi budaya, yang tentu saja memberikan penghematan besar jika Anda berencana mengunjungi minimal 3 hingga 4 tempat setiap hari.

Pass ini mencakup berbagai tempat menarik seperti Arc de Triomphe, Museum d'Orsay, Centre Pompidou, Museum Rodin, Panthéon, Conciergerie, serta istana Fontainebleau dan berbagai destinasi lain di wilayah Île-de-France. Namun, perlu diingat bahwa beberapa objek wisata, seperti Louvre, Versailles, Sainte-Chapelle, dan Museum de l'Orangerie, memerlukan reservasi waktu terlebih dahulu. Pass ini aktif segera setelah digunakan dan berlaku selama sejumlah jam berturut-turut sesuai pilihan Anda.

Bagi penggemar budaya yang berencana menghabiskan waktu penuh untuk menjelajahi warisan, Paris Museum Pass tidak hanya membantu menghemat dana, tetapi juga menghindarkan dari antrean panjang di loket tiket. Dengan kartu ini, Anda bisa langsung mengeksplorasi berbagai tempat bersejarah dan karya seni, menjadikan Paris seperti arena bermain yang menarik bagi pecinta seni dan sejarah.

Tempat-tempat ini, yang termasuk yang paling sering dikunjungi di Prancis, setiap tahun menyambut jutaan wisatawan dari seluruh dunia. Meskipun terjadi kenaikan harga, banyak orang tetap menganggap kunjungan ke sini sebagai keharusan saat berlibur di Île-de-France. Untuk merencanakan kunjungan dan memeriksa tarif terbaru, kunjungi situs resmi dari bangunan bersejarah yang bersangkutan, seperti Museum Louvre atau Istana Versailles.

Informasi berguna

Usia yang disarankan
Untuk semua

Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda