Paris dan wilayah sekitarnya (Hauts-de-Seine, Seine-Saint-Denis, Val-de-Marne) tetap berada pada siaga kuning gelombang panas menurut Météo-France pada Jumat, 29 Mei 2026. Sejak Jumat lalu, sebuah kubah panas menutupi ibu kota dan Île-de-France dalam apa yang secara resmi disebut episode gelombang panas dini: belum pernah suhu setinggi ini tercatat begitu awal musim. Dengan suhu maksimum diperkirakan antara 34 dan 35°C pada siang hari dan suhu minimum yang tidak turun di bawah 22-23°C pada malam hari, kriteria gelombang panas penuh sudah terpenuhi di ibu kota.
Paris dan wilayah sekitarnya memasuki vigilance orange mulai Kamis, 28 Mei pukul 12:00, bergabung dengan 13 départements di Barat yang sudah terdampak, sehingga total nasional menjadi 17 départements. Ambang batas ini diaktifkan ketika suhu malam tetap terlalu panas untuk pemulihan tubuh, tepat seperti yang terjadi di sini: dengan suhu minimum 22–23°C, tubuh tidak memiliki jeda termal. Departemen lain di Île-de-France (Seine-et-Marne, Yvelines, Essonne, Val-d’Oise) tetap berada dalam vigilance jaune.
Inilah pertanyaan yang muncul di benak semua orang. Kabar relatif menggembirakan: ujung terowongan makin terlihat. Menurut berbagai model cuaca yang dilihat di meteo-paris.com, Sabtu, 30 Mei menandai dimulainya pendinginan bertahap: suhu diperkirakan turun sekitar 25°C di malam hari, kemudian mendekati 20°C pada dini hari. Minggu cuaca sedikit berawan dan termometer stabil di sekitar 26°C. Senin, kembalinya ke level yang lebih dekat dengan normal musiman dimulai, meskipun selisihnya masih berada antara +2 hingga +6°C. Akhir sebenarnya dari episode diperkirakan Rabu, 3 Juni. Untuk catatan, antara Sabtu 23 Mei dan Sabtu 30 Mei, Paris tercatat rata-rata +13°C dibandingkan norma musiman. Di Bretagne, keluarnya lebih cepat: départements Finistère, Côtes-d’Armor dan Manche kembali berada dalam waspada kuning mulai Kamis malam.
Gelombang panas tidak hanya mempengaruhi tubuh: ia juga memperparah polusi udara. Menurut Airparif, asosiasi yang bertanggung jawab memantau kualitas udara di Île-de-France, konsentrasi ozon mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, jauh melampaui ambang batas biasa sebesar 180 µg/m³. Tanggapan pun diambil: kepolisian setempat menggulirkan sirkulasi lalu lintas diferensial mulai Kamis siang hingga Sabtu malam: hanya kendaraan yang dilengkapi stiker Crit'Air 0, 1 atau 2 yang diizinkan melintas di area yang dibatasi oleh A86. Batas kecepatan diturunkan sebesar 20 km/jam di jalan tol terkait, dan kendaraan berat di atas 3,5 ton dipaksa melewati rute melalui rocade francilienne. Untuk memeriksa apakah kendaraan Anda terdampak, kunjungi situs pemerintah. Orang yang menderita penyakit pernapasan atau kardiovaskular dianjurkan membatasi pergerakan dan aktivitas di luar ruangan.
Gelombang panas juga berdampak pada transportasi. SNCF mengumumkan pembatalan beberapa kereta Intercités pada hari Kamis dan Jumat pada jalur Paris–Toulouse, Brive–Cahors, serta antara Bordeaux dan Marseille. Pembatalan ditujukan untuk kereta pada siang hari, dan penumpang yang terdampak telah dihubungi kembali untuk mengatur ulang rute perjalanannya. Disarankan memeriksa tiket melalui oui.sncf sebelum bepergian. Selain itu, akhir pekan kemarin menyoroti risiko berolahraga di bawah panas terik: seorang pria sekitar lima puluhan meninggal dunia saat mengikuti lomba lari di arrondissement ke-20 Paris, mengingatkan bahwa upaya fisik berat pada suhu tinggi bisa berakibat fatal meski bagi mereka yang terlatih. Karena itu, hindari aktivitas olahraga pada jam-ham panas dan konsultasikan saran dari Santé Publique France jika ragu.
Sambil menunggu suhu kembali lebih wajar, Kota Paris mencatat lebih dari 1.400 pulau kesejukan yang bisa diakses gratis di ibu kota: taman-taman teduh, perpustakaan, museum, kolam renang, air mancur, dan bangunan keagamaan. Nomor Canicule Info Service (0 800 06 66 66) tetap tersedia untuk segala pertanyaan, dan kita juga sebaiknya menghubungi tetangga terpeleset yang paling rentan di sekitar kita.
Baca juga di Sortiraparis:















