Acara yang tidak boleh dilewatkan di Paris, Nuit des Musées menarik para penasaran dan pecinta budaya dengan rangkaian program malam gratis yang memukau di pusat museum, monumen, yayasan seni, dan tempat budaya lainnya. Paris et seluruh Île-de-France turut ambil bagian dalam pertemuan musim semi yang sangat dinanti ini, kembali dengan edisi ke-22 pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Para pencinta musik, perhatikan: di arondisemen ke-19 Paris, Philharmonie de Paris, yang juga dikenal sebagai Cité de la Musique, menunggu untuk menyambut Anda di Malam Museum. Berlokasi di Parc de la Villette, Philharmonie menggabungkan aula konser, ruang latihan, dan ruang pameran, termasuk Musée de la Musique. Tempat ini juga menawarkan lokakarya pendidikan reguler, menjadikannya ruang hidup yang berpusat pada seni musik.
Philharmonie de Paris: konser mendatang yang sayang untuk dilewatkan
Musik klasik, kreasi eksklusif, jazz, rock, dan rap... Setiap tahun, Philharmonie de Paris menjadi tuan rumah bagi para seniman hebat dalam berbagai gaya musik. Berikut ini adalah konser-konser berikutnya yang tidak boleh dilewatkan di Philharmonie de Paris. [Baca selengkapnya]
Children's Philharmonic, tempat yang menyenangkan untuk mempelajari segala hal tentang musik
Philharmonie de Paris adalah rumah bagi Children's Philharmonie, ruang seluas 1.000 m² yang didedikasikan untuk memperkenalkan musik kepada anak-anak dari usia 4 tahun. Dari balita hingga anak-anak yang lebih besar, selalu ada sesuatu untuk semua orang di tempat yang ramah anak ini! [Baca selengkapnya]
Mau dibawa merasakan irama program khusus yang menanti di Philharmonie de Paris pada edisi ke-22 Nuit des Musées ? Kami mengajak Anda menjelajahi apa saja yang menanti dalam malam gratis ini di jantung Cité de la Musique.
Harp, instrumen kuno yang menggema di setiap benua, beralih antara gaya klasik, tradisional, hingga nuansa modern yang menusuk. Ia terus bereinkarnasi, memadukan warisan dengan inovasi.
Untuk Malam Museum Eropa, harpa Celtic, Kora (harpa Afrika), dan harpa elektrik saling berdialog membentuk mozaik suara yang belum pernah ada, tepat di inti koleksi Musée de la Musique.
Biarkan diri Anda terbawa oleh pesona alat musik yang memesona ini — elegan, intim, namun juga universal — yang tak berhenti berekspansi dan berevolusi.
Bersama Valérie Patte, harpa Celtic; Maël Guezel, hammered dulcimer dan perkusi; Abdou Kouyaté, nyanyian dan chora; Aurélie Barbé, harpa elektrik, pedal efek, dan mesin-mesin.
Musée national avec une collection plongeant dans près de 9 000 instruments et œuvres d’art, Museum Musik terintegrasi sepenuhnya dalam keseharian Philharmonie de Paris. Ia menyimpan salah satu koleksi instrumen terpenting di dunia, baik dari sisi kelangkaan maupun keragaman objeknya.
Rute baru Museum, selesai pada Mei 2025, menelusuri kisah luas musik di dunia dari akhir abad ke-16 hingga era kita. Koleksinya menggambarkan gagasan “modernitas” musik yang dieksplorasi di Eropa, sejak Renaissance hingga eksperimen kontemporer dan elektronika. Ia juga menyoroti kekayaan dan vitalitas budaya musik di Asia, Afrika, Oseania, dan Amerika.
Dalam Malam Museum Eropa, Museum Musik menonjolkan koleksi harpa yang luar biasa, menggambarkan kekayaan dan keragaman instrumen ini—seperti harpa dari rumah Erard, dibuat pada 1799 dan dianggap salah satu yang tertua yang tersimpan, serta harpa Kundi asal Republik Afrika Tengah, bagian dari koleksi Victor Schoelcher yang lama...
Tanggal dan jadwal
Pada 23 Mei 2026
Tempat
Philharmonie de Paris
221 Avenue Jean Jaurès
75019 Paris 19
Mengakses
Stasiun Metro jalur 5 "Porte de Pantin"
Harga
Gratis
Usia yang disarankan
Untuk semua
Situs resmi
philharmoniedeparis.fr