Yo Mama, komedi yang disutradarai oleh Leïla Sy dan Amadou Mariko, bakal ditayangkan di France 2 pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 21.10. Rilis di bioskop pada 2023, film ini mempertemukan Claudia Tagbo, Zaho, dan Sophie-Marie Larrouy sebagai tiga ibu yang memutuskan untuk memulai rap demi mempererat dialog dengan anak-anak mereka.
Ketika Amandine, Fanta, dan Samira menemukan klip gangsta rap yang direkam oleh anak laki-laki mereka yang berusia 11 tahun, mereka khawatir akan pesan yang disampaikan video itu dan pengaruh yang bisa mempengaruhi anak-anak mereka. Alih-alih sekadar menghukum, ketiga teman itu memilih merespons di medan mereka sendiri dengan membuat klip rap mereka sendiri.
Proyek ini, lahir untuk memperbaiki komunikasi di dalam keluarga mereka, justru meraih sukses tak terduga di media sosial. Ditemukan oleh seorang produser yang diperankan oleh Jean-Pascal Zadi, tiga ibu tersebut terjerumus ke dalam industri musik yang tak mereka kenal. Ketertarikan publik terhadap mereka kian mendunia, secara perlahan menjauhkan mereka dari tujuan awal yang menyatukan mereka.
Yo Mama memanfaatkan inversi peran ini untuk menghadapkan antar generasi dan melihat bagaimana orang tua menilai praktik budaya anak-anak mereka. Rap menjadi sumber konflik sekaligus sarana berekspresi dan upaya untuk membangun kembali dialog keluarga yang telah terguncang.
Film ini juga menandai debut peran utama di layar lebar bagi penyanyi Zaho, didampingi Claudia Tagbo dan Sophie-Marie Larrouy. Ketiganya membawakan komedi keluarga ini, sementara Jean-Pascal Zadi, Olivia Kuy, dan Stomy Bugsy memerankan beberapa figur di dunia musik yang secara tiba-tiba menjadi latar bagi para karakternya.
Ulasan kami tentang Yo Mama (2023) :
Delapan kali lipat ingin menunjukkan sisi rap melalui clip clip mereka sendiri, tiga ibu rumah tangga memutuskan ikut terjun ke dunia rap dengan sebuah video klip yang eksplosif, demi memperbaiki komunikasi di rumah. Dari pitch yang agak gila ini, dua sutradara di balik Yo Mama sebenarnya ingin menyoroti sulitnya mendidik anak-anak di lingkungan perkotaan dan tantangan menjaga mereka dari pengaruh buruk. Proyek yang punya potensi menggetarkan hati ini jelas menarik, meski itu bukan inti dari filmnya.
Karena secara tak terduga, ketiga sahabat itu meraih sukses yang luar biasa, namun mereka cepat kewalahan oleh ketenaran mendadak dan oleh dunia yang tidak mereka kuasai... Di situlah kesempatan untuk menyorot dunia rap dengan lebih tajam muncul, meski subplotnya terasa kurang solid karena dipenuhi klise dan kebingungan penulisan dalam naskah. Ungkapan yang langsung terlintas adalah "karikatural". Baik karakter Jean-Pascal Zadi maupun yang perankan Olivia Kuy, yang memperkenalkan ketiga ibu itu ke rap, terasa sulit dipercaya. Terlebih lagi jika mengikuti film, seakan mudah saja untuk menghasilkan karya berkualitas dan menembus pasar meski pengetahuan tentang rap masih minim.
Barulah ketika inti sesungguhnya film—dialog antara ibu dan anak laki-laki—dihidupkan kembali, minat penonton mulai bangkit, meski akhirnya diakhiri dengan cepat. Secara keseluruhan, Yo Mama tidak selalu berhasil menyeimbangkan berbagai alur ceritanya, yang membuat film ini terasa sesekali tidak mantap dan tematikkannya terlalu sederhana.
Penayangan di France 2 ini memberi kesempatan bagi penonton untuk mengenal atau menonton kembali sebuah komedi yang membahas pengasuhan, ketenaran digital, dan tantangan komunikasi antara orang dewasa dan remaja melalui dunia rap.
Untuk lebih lanjut, simak juga pilihan kami mengenai film, serial, dan acara yang wajib ditonton di televisi minggu ini, panduan kami tentang rilis di semua platform, dan pilihan hari ini Apa yang bisa ditonton hari ini lewat streaming.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.















