Disutradarai oleh David Yates, dengan skenario oleh Steve Kloves yang diadaptasi dari buku terakhir J.K. Rowling, Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 mengakhiri saga yang dimulai pada tahun 2001 dengan Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson. Dirilis di bioskop Prancis pada 13 Juli 2011, film kedelapan ini mengakhiri sepuluh tahun petualangan di Hogwarts dan dunia penyihir. Film final yang diklasifikasikan sebagai Petualangan/Fantasi dan direkomendasikan untuk penonton berusia 10 tahun ke atas ini akan ditayangkan kembali pada jam tayang utama di TF1 pada Selasa, 9 Desember 2025 pukul 21:10.
Bagian kedua ini melanjutkan alur cerita dari bagian sebelumnya: Harry, Ron, dan Hermione melanjutkan pencarian mereka akan Horcruxes, fragmen jiwa Voldemort yang harus dihancurkan agar mereka dapat mengalahkannya. Saat bahaya semakin mendekat dan Lord of Darkness semakin kuat, ketiga sahabat ini harus menyusup ke tempat-tempat yang dijaga ketat, membuat pilihan yang sulit, dan menerima konsekuensi yang harus dibayar untuk melindungi dunia sihir. Ancaman ini menjadi global: tidak ada yang aman, baik penyihir maupun Muggle.
Cerita ini tak terelakkan mengarah pada kembalinya ke Hogwarts, yang kini berada di bawah kendali Death Eaters. Kastil berubah menjadi medan pertempuran yang sesungguhnya, tempat para guru, murid, anggota Order of the Phoenix, dan makhluk-makhluk sihir bersatu atau saling berhadapan. Di tengah perang total ini, Harry dihadapkan pada ujian terakhir: menerima takdirnya dan bersiap untuk pengorbanan yang mungkin terjadi saat menghadapi Voldemort. Tanpa mengungkapkan resolusi akhir, film ini mengungkap rahasia yang telah lama dinantikan tentang Snape, Dumbledore, dan ramalan, sekaligus memberikan kesimpulan emosional bagi setiap karakter utama dalam saga ini.
Bagian terakhir dari franchise delapan film, Relikui Kematian – Bagian 2 difilmkan sebagai kelanjutan dari bagian pertama, terutama di studio Leavesden, yang telah menjadi pusat logistik dan artistik dari dunia Harry Potter. David Yates, yang telah menyutradarai L’Ordre du Phénix, Le Prince de Sang-Mêlé, dan bagian pertama dari Reliques, melanjutkan nada yang lebih gelap dan dewasa dari episode-episode terakhir, sambil mengarahkan adegan pertempuran paling ambisius dalam saga ini. Film ini mengandalkan efek khusus yang signifikan, terutama untuk pertempuran di Hogwarts, bank Gringotts, dan inkarnasi digital Voldemort, yang wajahnya diperhalus dengan prostetik digital.
Film ini juga memiliki makna simbolis sebagai akhir dari sebuah era: setelah sepuluh tahun syuting, sebagian besar aktor utama melihat karakter mereka mencapai kedewasaan, antara pencapaian dan duka cita. Tim kreatif menutup dunia yang dibangun film demi film, dengan perhatian khusus pada dekorasi ikonik (Aula Besar, Ruang Permintaan, Hogwarts yang dikepung) dan detail kontinuitas, hingga kostum dan makhluk-makhluknya. Kesuksesan historis di box office menegaskan keterikatan penonton pada kesimpulan ini, yang juga membuat film ini mendapatkan nominasi dan penghargaan teknis utama.
Dalam hal nada, bagian terakhir ini menonjol karena ritme yang lebih ketat, intensitas dramatis, dan pergantian yang terkendali antara tontonan dan introspeksi. Dimensi epik dari pertempuran berpadu dengan adegan-adegan yang lebih intim tentang persahabatan, keberanian, kesetiaan, dan pewarisan. Dirancang untuk penonton yang tumbuh bersama saga ini serta untuk penonton yang lebih muda, film ini ditujukan untuk penggemar film fantasi berskala besar, namun tetap dapat dinikmati oleh penonton berusia 10 tahun ke atas berkat keseimbangan antara kegelapan dan harapan.
Harry Potter dan Relikui Kematian – Bagian 2
Film | 2011
Tayang di bioskop: 13 Juli 2011
Di televisi di TF1: 9 Desember 2025 pukul 21:10
Petualangan, Fantasi | Durasi: 2 jam 10 menit
Oleh David Yates | Dibintangi oleh Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson
Judul asli: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2
Kebangsaan: Inggris Raya, Amerika Serikat
Di luar dimensinya yang spektakuler, film ini memusatkan tema-tema yang ada di seluruh karya J.K. Rowling: beban pilihan, kompleksitas kebaikan dan kejahatan, kekuatan cinta dan persahabatan dalam menghadapi kekerasan, tetapi juga gagasan tentang ketangguhan setelah trauma. Karakter-karakter pendukung juga menemukan tempatnya dalam kesimpulan ini: Neville, Draco, para guru, orang tua, dan anggota Orde Phoenix ikut serta dalam mozaik perjalanan hidup di mana masing-masing, dengan caranya sendiri, ikut serta dalam pertempuran terakhir.
Petualangan terakhir ini menjadi puncak dari saga film Harry Potter, menutup dunia yang telah menjadi bagian penting dalam budaya populer sambil meninggalkan ruang untuk nostalgia. Antara adegan aksi yang epik, momen persahabatan, dan perpisahan yang penuh emosi, film ini menawarkan kesimpulan yang berusaha menyeimbangkan resolusi naratif dan pandangan retrospektif terhadap satu dekade film fantasi untuk semua umur.
Untuk informasi lebih lanjut, temukan juga pilihan film, serial, dan acara televisi yang dapat ditonton minggu ini, panduan rilis di semua platform, dan pilihan hari ini Apa yang dapat ditonton hari ini melalui streaming.











