Untuk menemukannya, Anda harus mendaki sampai ke puncak Champs-Élysées. Di sana, sedikit tersembunyi dari jalan utama yang terkenal di dunia ini, Hôtel Balzac mengekspresikan keanggunan dalam balutan kemewahan yang tak berlebihan. Pintu gerbang dari batu, fasad kaya akan detail halus, lampu gantung yang anggun, serta pintu masuk yang berpemandangan… siluet bangunan ini adalah gambaran sempurna sebuah rumah Paris yang eksklusif, seperti sebuah oase elegan di tengah hiruk-pikuk kota.
Rue Balzac - yang dulu dikenal sebagai avenue Fortunée - merupakan kediaman terakhir Honoré de Balzac. Pada tahun 1850, ia menempatkan Madame Hanska di sana, yang kemudian dinikahinya sebelum akhirnya meninggal beberapa bulan kemudian. Dianggap sebagai jenius sastra menurut Victor Hugo, penulis terkenal ini meninggalkan lebih dari sembilan puluh karya dan namanya di sepanjang jalan tersebut. Rumah aslinya sudah hilang, tetapi alamat ini tetap menyimpan nuansa sejarah: sebuah suasana Paris yang penuh dengan nuansa sastra, di mana literatur selalu terasa dekat.
Dekorasi yang dirancang oleh duo Festen - Charlotte de Tonnac dan Hugo Sauzay, yang dididik di Camondo - mengusung gaya yang khas dan terperinci. Palet warna terdiri dari berbagai nuansa cokelat, cokelat keemasan, cognac, dan warna camel. Menggunakan bahan seperti kayu bergrain, kayu oak polos, maupun kayu berlapis lak, dipadukan dengan bahan lain seperti beludru, kain mocha, batu alam, serta mosaik marmer. Furnitur yang didesain khusus, terinspirasi dari era 30-an dan 40-an, berpadu harmonis dengan garis-garis kontemporer. Dari ruang tamu berselubungkan kaca hingga kamar tidur, cahaya alami memahat volume ruangan sepanjang hari. Suasana hotel mewah dalam skala yang intim dan hangat.
Langit-langit yang tinggi dan volume ruang yang memukau, bahan-bahan istimewa… 58 kamar dan suite ini menciptakan sebuah tempat perlindungan yang hangat dan elegan. Beberapa kamar menawarkan pemandangan langsung ke Menara Eiffel, sementara dua lainnya memiliki teras pribadi terbuka lepas ke langit. Di bawah atap kaca, lounge menjadi tempat menikmati momen: sarapan pagi yang tenang, salad Caesar, croque dengan truffle, tea time atau coffee time yang menggoda. Terpisah dari itu, bar memancarkan suasana misterius dan romantis. Nikmati koktail dengan nama yang penuh humor ala Balzac, anggur dan minuman keras berkualitas tinggi, caviar Petrossian, lobster roll pedas Espelette dan jahe. Tempat rahasia yang tersembunyi di dalam hotel ini. Dan bagi mereka yang tahu, sebuah pintu kecil yang tidak mencolok akan membawa Anda ke restoran berbintang tiga milik chef Pierre Gagnaire, tetangga mewah dan independen dari hotel ini.
Di sisi kesejahteraan, terdapat tiga kabin, ritual dengan nama-nama yang penuh puisi, ruang kebugaran, sauna, dan kolamRenang yang membentuk Spa Ikoi — yang berarti "tempat di mana kita merasa nyaman" dalam bahasa Jepang. Sebuah momen menenangkan di antara dua janji temu atau saat berjalan-jalan.
Sebuah rumah di Paris yang wajib dijelajahi, sebuah bab perjalanan yang tak terlupakan.
Tempat
Hotel Balzac
6 Rue Balzac
75008 Paris 8
Mengakses
Metro 1 George V
Situs resmi
www.hotelbalzac.paris















