Ini adalah warna yang telah menjadi ikon dalam lanskap ibu kota. Warna hijau tua yang terkenal ini, terkadang dikenal sebagai hijau botol, dapat ditemukan di banyak perabot jalan di Paris, mulai dari bangku umum hinggaair mancur Wallace. Tapi mengapa warna ini dipilih? Sekali lagi, ini adalah warisan dari transformasi Haussmann di Kota Cahaya.
Pada masa , Napoléon III, yang didukung oleh prefek Seine Georges-Eugène Haussmann, memulai sebuah transformasi besar-besaran di Paris. Imam imperialis itu ingin menghidupkan suasana yang lebih alami dan harmonis di ibukota. Di bawah kepemimpinannya, dan dengan visi urbanistik dari Haussmann, perlengkapan kota — seperti lampu jalan, kios, bangku, dan kolom Morris — diseragamkan dalam warna hijau tua. Pilihan ini melambangkan kemodernan sekaligus memberi koneksi visual dengan vegetasi taman dan boulevard yang baru dibangun. Ide utamanya adalah agar perabotan kota menyatu dengan vegetasi dan batuan, tanpa mengganggu kenyamanan pemandangan sekitar. .
Dikodifikasikan sejak abad XIX, pilihan warna ini merupakan bagian dari tradisi standarisasi dalam desain perkotaan Paris. Di ruang publik, warna hijau ini telah menjadi ciri khas visual. Kadang-kadang disebut sebagai "Carriage Green", warna ini juga diaplikasikan pada pagar, pembatas atau rambu-rambu. Warna ini memberikan kesinambungan visual di ruang publik, memperkuat identitas Paris di setiap pemberhentian dan taman.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.















