Apakah Anda masih bingung membedakan antara tepi Sungai Seine yang di Rive droite dan Rive gauche? Supaya tak pernah lagi merasa seperti turis padahal Anda sering berkunjung ke Paris, berikut beberapa tips ampuh yang sangat sederhana agar bisa mengingatnya secara otomatis dan tidak perlu lagi bertanya-tanya setiap saat.
Semua berasaskan prinsip geografis yang sederhana: arah arus. Sungai Seine selalu mengalir dari Timur ke Barat, mengarah ke laut (Normandia). Jika Anda sedang di ibu kota, untuk mengetahui posisi Anda, berdirilah di salah satu dari 37 jembatan di Paris dan pandanglah ke hulu (tempat air mengalir, dengan punggung menghadap Notre-Dame, misalnya).
Lebih dari sekadar aspek geografis, kedua sisi sungai ini juga mencerminkan suasana hati dan identitas yang berbeda. Secara historis, Rive Gauche dikenal sebagai pusat pengetahuan dan kebebasan berkarya. Di sinilah berdiri universitas legendaris seperti Sorbonne, serta tempat berkumpulnya para penulis dan seniman di kawasan Saint-Germain-des-Prés. Sering dikatakan bahwa kawasan ini bersifat "kognitif".
Sebaliknya, Rive Droite dikenal sebagai pusat Kekuasaan dan Bisnis. Di sana terdapat istana-istana kerajaan seperti Louvre hingga toko-toko besar, tidak ketinggalan Élysée dan Bursa Efek, yang mencerminkan semangat kewirausahaan, perdagangan, dan perayaan. Pemisahan ini sudah ada sejak Abad Pertengahan, di mana kawasan universitas sudah dipisahkan dari kota di utara.
Jika Anda tidak memiliki pemandangan Sungai Seine, perhatikan nomor distrik tempat tinggal Anda. Rive Gauche cenderung lebih "eksklusif": hanya terdiri dari enam distrik (5, 6, 7, 13, 14, 15). Sisanya, bagian dari kepulauan Paris yang terkenal, berada di Rive Droite yang lebih menyenangkan dan penuh cita rasa. Jadi, lain kali saat Anda mencari arah, ingat-ingatlah hal ini!















