Kantor pemerintah daerah di sekitar Paris ini, dengan desain modern, tampil seperti gedung pencakar langit.

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Diperbarui 23 Januari 2026 pukul 17:38
Di Créteil, Val-de-Marne, balai kota ini menarik perhatian berkat desainnya yang unik. Dengan menara melingkar setinggi 75 meter dan pondasi berlapis kaca, bangunan ini memang mencuri mata. Tapi, apa yang melatarbelakangi pilihan arsitektur yang tak biasa ini? Mari kita telusuri kembali sejarah bangunan yang dirancang untuk mewujudkan citra modernitas sebuah kota yang sedang berkembang pesat.

Ketika tiba di Créteil, sulit untuk melewatkan menara kaca besar di balai kota. Bentuknya yang bulat, tingginya yang mencolok, dan dasar berlapis kaca memberikan penampilan yang berbeda dari bangunan balai kota di daerah Île-de-France pada umumnya. Berbeda dari balai kota tradisional yang berkolom atau berfasad batu, bangunan di Créteil ini lebih mirip menara modern yang biasanya kita temui di kawasan pusat bisnis. Lantas, mengapa dipilih gaya seperti ini? Jawabannya terletak pada sejarah kota dan cita-cita yang berkembang di tahun 1970-an.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, Créteil mengalami perubahan besar. Untuk mengatasi pertumbuhan jumlah penduduk dan krisis perumahan, pemerintah meluncurkan proyek besar untuk pembangunan kota. Tujuannya: Menciptakan pusat kota yang modern dari lahan-lahan yang masih jarang berkembang, termasuk bekas tambang pasir yang sudah tidak terpakai.

Dalam konteks ini, lahirlah proyek “Créteil Baru”, dirancang sebagai sebuah kompleks terpadu yang menggabungkan hunian, pusat perbelanjaan, fasilitas umum... serta sebuah balai kota yang menjadi simbol utama dari kota yang tengah berkembang ini.

Arsitek Pierre Dufau, tokoh penting dalam dunia perencanaan kota pascaperang, dipercayai untuk merancang balai kota. Ia mengusulkan sebuah solusi yang berani: sebuah bangunan yang terbagi menjadi dua bagian, dengan dasar horizontal bercat kaca untuk melayani pengunjung, dan sebuah menara melingkar setinggi 75 meter yang digunakan sebagai ruang kantor administratif.

Formasi bulat dari menara ini bukan kebetulan semata: bentuk ini memastikan pembagian ruang kantor yang lebih merata di sekitar pusat utama, sekaligus memberikan siluet bangunan yang langsung mudah dikenali. Selain itu, tinggi menara ini menjadi titik fokus visual yang menonjol di tengah lanskap Créteil, yang saat itu masih kurang pusat yang mencolok.

Lokasi yang dipilih untuk membangun balai kota menghadirkan tantangan tersendiri: tanahnya merupakan bekas tambang tua yang kurang stabil. Untuk mendirikan bangunan sebesar ini, para arsitek menggunakan teknik pondasi yang canggih, termasuk tiang pancang yang dalam dan inti penopang di tengah bangunan.

Karena tantangan teknis ini, terciptalah sebuah arsitektur khusus yang berstruktur di sekitar inti tersebut dan dirancang untuk bertahan lama. Meski bukan gedung pencakar langit secara klasik, menara hôtel de ville tetap menjadi salah satu bangunan tertinggi di Créteil hingga hari ini,

Didirikan pada 1974, balai kota Créteil sejak itu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga setempat. Lebih dari sekadar pusat administrasi, gedung ini melambangkan , saat di mana segalanya masih dalam tahap pembangunan dan perencanaan.

Dengan gaya khas tahun 1970-an yang terkadang menuai kritik, terkadang dipuji, balai kota ini tak pernah meninggalkan orang acuh tak acuh. Ia mengingatkan bahwa pilihan arsitektur juga mencerminkan pilihan masyarakat, dan bahwa beberapa bentuk—meskipun tidak konvensional—dapat menjadi penanda yang tahan lama dalam lanskap Île-de-France.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna

Tempat
Balai Kota Créteil
1 Place Salvador Allende

Perencana rute

Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda