Studio film pertama di dunia lahir di pinggiran Paris, tepatnya di Seine-Saint-Denis

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Foto oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Diperbarui 2 Februari 2026 pukul 13:41 · Diterbitkan di 2 Februari 2026 pukul 10:47
Di Montreuil, di taman rumahnya, Georges Méliès membangun sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai studio film pertama. Sebuah lokasi legendaris di mana ilusi dan film fiksi mulai lahir dan berkembang.

Pada akhir abad ke-19, jauh sebelum Hollywood dan lampu sorotnya, Montreuil-sous-Bois menjadi saksi lahirnya sebuah inovasi besar. Di sini, di halaman rumahnya sendiri, Georges Méliès mendirikan apa yang kemudian dikenal sebagai studio film pertama yang sesungguhnya. Di taman yang diubah menjadi pusat kreasi gambar ini, perfilman berhenti sekadar menampilkan kenyataan dan mulai mengisahkan cerita yang memikat.

Visuels Paris - Tombe Georges Méliès Visuels Paris - Tombe Georges Méliès Visuels Paris - Tombe Georges Méliès Visuels Paris - Tombe Georges Méliès Berjalan-jalan mengikuti jejak Georges Méliès di Paris, ilusi, studio, dan toko mainan
Penemu sinema dongeng, Georges Méliès membentuk dunia imajiner seni 7ᵉ dari mimpinya di Paris. Di antara Boulevard Saint-Martin, Montreuil, dan museum yang didedikasikan untuknya, jelajahi tempat-tempat di mana sang pesulap sinema ini tinggal, membuat film, dan bermimpi. [Baca selengkapnya]

Sebelum dikenal sebagai sutradara film, Georges Méliès sebenarnya adalah seorang ilusionis. Sebagai direktur Teater Robert-Houdin di Paris, ia sudah mahir dalam seni membohongi mata dan menciptakan kekaguman. Saat pertama kali mengenal kinetoskop, ia langsung menyadari bahwa alat ini mampu memperluas keajaiban panggung ke dunia layar.

Le premier studio de cinéma au monde est né aux portes de Paris, en Seine-Saint-DenisLe premier studio de cinéma au monde est né aux portes de Paris, en Seine-Saint-DenisLe premier studio de cinéma au monde est né aux portes de Paris, en Seine-Saint-DenisLe premier studio de cinéma au monde est né aux portes de Paris, en Seine-Saint-Denis

Untuk bisa berkarya secara bebas, ia membutuhkan tempat yang sesuai. Pada tahun 1897, ia memutuskan menetap di Montreuil dan membangun di kebun miliknya, tepatnya di rue François-Debergue, sebuah bangunan yang didedikasikan sepenuhnya untuk dunia perfilman. Studio yang dirancang oleh Méliès untuk perusahaan produksinya, Star Film, cukup mengagumkan: sebuah bangunan dengan dinding kaca, terinspirasi dari rumah kaca dan studio fotografi. Pada masa itu, ketika pencahayaan buatan masih kurang memadai, cahaya alami sangat dibutuhkan untuk proses pengambilan gambar.

Berada di tanah yang sama namun mandiri dari rumah utama, bangunan ini berubah menjadi sebuah laboratorium kreasi. Méliès menata di sana berbagai latar berwarna, pintu rahasia, mesin-mesin, dan perlengkapan lainnya. Tempat ini menjadi lokasi pembuatan ratusan film dan pusat inovasi teknik efek visual pertama dalam dunia film — seperti penghentian kamera, lapisan gambar, hingga hilangnya objek secara tiba-tiba.

Di dalam studio-taman inilah karya-karya yang menjadi legenda lahir, seperti Perjalanan ke Bulan (1902). Untuk pertama kalinya, perfilman tidak lagi sekadar merekam dunia apa adanya: mereka menciptakan alam semesta baru, menceritakan kisah, dan bermain dengan hal-hal yang tak terbatas. Berkat Méliès, Montreuil berkembang menjadi salah satu pusat film paling awal di dunia, menarik para teknisi, aktor, dan penonton yang terpesona oleh pertunjukan baru ini.

Le premier studio de cinéma au monde est né aux portes de Paris, en Seine-Saint-DenisLe premier studio de cinéma au monde est né aux portes de Paris, en Seine-Saint-DenisLe premier studio de cinéma au monde est né aux portes de Paris, en Seine-Saint-DenisLe premier studio de cinéma au monde est né aux portes de Paris, en Seine-Saint-Denis

Studio Méliès berhenti beroperasi pada awal abad ke-20, saat perfilman berkembang pesat dan film-filmnya mulai kehilangan daya tarik. Lama terlupakan, kebun-studio ini kini kembali diakui sebagai bagian penting dari sejarah sektor perfilman. Sayangnya, studio terkenal milik Georges Méliès kini telah benar-benar hilang, tergantikan oleh waktu dan urbanisasi. Bangunan-bangunan kaca tempat ia menciptakan karya-karyanya sudah tak lagi ada, dan tak tersisa satupun jejak arsitektur asli dari tempat pembuatan film tersebut.

Di lokasi bekas properti Méliès, di 3 jalan François-Debergue, kini berdiri La Parole Errante, sebuah pusat budaya dan seni yang didirikan sejak 1986. Meski bioskop di sini sudah tidak lagi memproduksi film, semangat berkarya tetap hidup. Plakat dan penanda sejarah mengingatkan pengunjung yang teliti bahwa tempat ini pernah menjadi salah satu pusar awal perfilman fiksi. Selain itu, kota ini juga merayakan statusnya sebagai rumah bagi bioskop umum terbesar untuk film Seni dan Esai di Eropa: Méliès.

Cinéma Le MélièsCinéma Le MélièsCinéma Le MélièsCinéma Le Méliès Tips: Méliès di Montreuil, bioskop arthouse terbesar di Eropa dengan pemutaran film seharga €7
Jika Anda adalah penggemar film, Montreuil dapat dicapai dengan naik metro dari Paris, sebuah kuil seni ke-7, dengan pemutaran film yang terjangkau dan program yang meriah. Kami akan membawa Anda ke Le Méliès, bioskop arthouse publik terbesar di Eropa. [Baca selengkapnya]

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna

Tempat

9 Rue François Debergue
93100 Montreuil

Perencana rute

Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda