Di Essonne, katedral silinder ini menjadi salah satu gereja paling unik di kawasan tersebut.

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Diperbarui 28 Januari 2026 pukul 17:30 · Diterbitkan di 28 Januari 2026 pukul 12:59
Di Évry-Courcouronnes, di Essonne, sebuah katedral tidak hanya membingungkan tetapi juga memikat hati. Dengan bentuknya yang silinder, batu bata merahnya, dan pohon yang tumbuh di atas atapnya, Katedral Kebangkitan Santo Corbinian menegaskan dirinya sebagai salah satu gereja paling unik di Île-de-France, simbol berani dari warisan keagamaan yang sepenuhnya modern.

Di wilayah Paris, katedral biasanya langsung teringat akan lengkungan penopang, menara gothik yang menjulang, dan berabad-abad batu yang menua oleh waktu. Di Évry-Courcouronnes, pengalaman itu berbeda. Di sini, katedral tidak menjulang tinggi: ia melingkar pada dirinya sendiri, membentuk sebuah tabung tebal yang sangat kontras dengan gambaran umum tentang bangunan keagamaan.

Diresmikan pada tahun 1995, Katedral Kebangkitan Santo Korbinien merupakan satu-satunya katedral yang dibangun di Prancis pada abad ke-20. Fakta ini sudah cukup istimewa, apalagi karena letaknya di tengah Kota Baru, yang dirancang sejak tahun 1960-an sebagai simbol masa depan perkotaan di Essonne.

Arsitek yang dipilih untuk proyek inovatif ini tak lain adalah Mario Botta, tokoh penting dalam arsitektur kontemporer. Gaya khasnya langsung mudah dikenali: bentuk geometris yang bersih, kesan monumental yang tegas, dan penggunaan cahaya yang sangat terampil dan terkontrol.

En Essonne, cette cathédrale cylindrique est l'une des églises les plus insolites de la régionEn Essonne, cette cathédrale cylindrique est l'une des églises les plus insolites de la régionEn Essonne, cette cathédrale cylindrique est l'une des églises les plus insolites de la régionEn Essonne, cette cathédrale cylindrique est l'une des églises les plus insolites de la région
Pino Musi

Katedral ini memiliki bentuk melingkar, yang melambangkan keabadian dan kebersamaan. Dindingnya, yang terbuat dari batu bata merah, secara halus menghidupkan tradisi lama sekaligus menampilkan estetika modern. Namun, elemen yang paling mengesankan terletak di puncaknya: 24 pohon trem yang ditanam di atap, terlihat dari luar, seperti mahkota hijau yang menggantung di atas tempat suci.

Di dalamnya, cahaya alami masuk melalui celah-celah yang dirancang dengan cermat, menyusup di sepanjang dinding melengkung. Di sini, tidak ada berlebihan dalam dekorasi: setiap elemen memiliki makna simbolis. Bangunan ini berfungsi sebagai penanda spiritual, arsitektural, dan perkotaan, yang berakar di sebuah wilayah yang sedang mengalami perubahan besar.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna

Tanggal dan jadwal
Dari 28 Januari 2026 Pada 31 Desember 2027

× Perkiraan waktu buka: untuk mengonfirmasi waktu buka, silakan hubungi restoran.

    Tempat

    Cours Monseigneur Roméro
    91000 Evry

    Perencana rute

    Komentar
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda