Teater Hébertot menjadwalkan pemutaran ulang 12 Hommes en colère mulai 25 September 2025, yang diadaptasi dari karya Reginald Rose oleh Francis Lombrail dan disutradarai oleh Charles Tordjman. Dipentaskan selama beberapa musim, versi ini telah memasuki tahun kesembilan dan telah ditonton oleh lebih dari 300.000 penonton. Pertunjukan ini menawarkan pengalaman baru dalam drama pengadilan tertutup yang telah menjadi klasik dalam repertoar kontemporer, mengulang teks yang ditulis pada tahun 1953 dan diadaptasi ke layar lebar oleh Sidney Lumet empat tahun kemudian.
Plotnya berlatar belakang Amerika Serikat, di ruang sidang sebuah pengadilan tempat dua belas juri harus memutuskan nasib seorang pemuda yang dituduh melakukan pembunuhan terhadap ayahnya. Meskipun mayoritas menganggap bahwa dia bersalah, seorang juri mengungkapkan keraguannya, dengan mengingatkan bahwa putusan harus diambil secara bulat. Melalui serangkaian percakapan yang tegang, kelompok tersebut menghadapi keyakinan, prasangka, dan persepsi pribadi mereka. Drama ini menyoroti mekanisme pengambilan keputusan kolektif, tanggung jawab individu, dan pengaruh yang memengaruhi penilaian seseorang.
Sutradara Charles Tordjman menggunakan tata panggung yang sederhana sehingga penonton dapat fokus pada dialog dan perkembangan drama. Skenografi minimalis memperkuat intensitas pertunjukan tertutup ini, menonjolkan evolusi hubungan kekuatan antara para juri. Adaptasi Prancis karya Francis Lombrail menonjolkan ketepatan teks Reginald Rose dan relevansi pesannya, yang mempertanyakan cara keadilan dijalankan dan keyakinan yang membentuk pemikiran individu.
Pemerannya antara lain Amine Chaïb, Antoine Courtray, Philippe Crubezy, Olivier Cruveiller, Adel Djemai, Christian Drillaud, Thierry Gibault, Claude Guedj, Geoffroy Guerrier, Xavier de Guillebon, Florent Hill-Chouaki, Yves Lambrecht, Roch Leibovici, Pierre Alain Leleu, Francis Lombrail, Charlie Nelson, Alain Rimoux, François Raüch de Roberty, dan Pascal Ternisien. Pemeran yang bertambah ini memungkinkan para pemain untuk bergantian tampil dalam setiap pertunjukan sambil tetap mempertahankan dinamika kolektif yang menjadi ciri khas drama ini.
Sebagai karya ikonik teater hukum, 12 Hommes en colère mengangkat tema-tema yang masih relevan hingga saat ini: kekuatan prasangka, kemampuan untuk mempertanyakan opini yang sudah mapan, dan nilai keraguan dalam proses pengambilan keputusan. Pertunjukan ini menempati tempat yang langgeng dalam program Théâtre Hébertot, yang menawarkan serangkaian pertunjukan baru untuk musim 2025-2026.
Ulasan kami:
Pertarungan retorika yang tidak boleh dilewatkan! Di atas panggung, dua belas pria, tenggelam dalam dekorasi minimalis: sebuah bangku panjang dan sebuah bukaan, simbol jendela ke dunia. Sejak detik-detik pertama, penonton terpesona oleh pertarungan intens di balik pintu tertutup ini, di mana terjadi duel antara kebenaran dan prasangka, antara ketidakadilan dan akal sehat.
Selama 1 jam 20 menit, alur cerita membawa kita ke dalam pencarian kebenaran tanpa akhir, di mana setiap kata memiliki bobot yang berat, dan ketegangan semakin memuncak di setiap percakapan. Para tokoh, yang berasal dari berbagai latar belakang sosial, berusaha meyakinkan orang-orang yang mungkin tidak akan pernah mereka temui dalam hidup mereka. Perkembangan dinamika yang halus namun tak terelakkan membuat penonton tetap terpesona hingga detik terakhir.
Adaptasi brilian dari film Reginald Rose ini menyoroti karakter-karakter yang tidak mungkin untuk diabaikan. Anda akan bergantian merasa terkejut, penasaran, dan terpesona. Pertunjukan yang tidak boleh dilewatkan!
12 Hommes en colère dapat disaksikan di Théâtre Hébertot mulai 25 September 2025.
Tanggal dan jadwal
Dari 25 September 2025 Pada 27 Desember 2025
Tempat
Théâtre Hébertot
78 bis Boulevard des Batignolles
75017 Paris 17
Harga
€15 - €32
Situs resmi
www.theatrehebertot.com
Reservasi
Lihat harga tiket















