Yannick Alléno menggantikan Jean Imbert sebagai kepala restoran Monsieur Dior, yang terletak di butik bersejarah di 30 avenue Montaigne, arondisemen ke-8 Paris. Transisi ini menyusul berakhirnya kontrak Jean Imbert dan pengunduran dirinya yang diumumkan pada Agustus 2025 menyusul tuduhan kekerasan dalam rumah tangga yang menimpanya. Grup LVMH mengandalkan keunggulan koki berbintang banyak untuk mengubah alamat ini menjadi kuil masakan haute Paris yang sesungguhnya.
Penunjukan ini menandai titik balik yang ambisius untuk restoran yang akan dibuka pada tahun 2022. Dengan 17 bintang Michelin dan keahliannya yang diakui dalam seni saus modern, Yannick Alléno mewujudkan revolusi yang sesungguhnya dalam dunia kuliner mewah. Chef ini mengubah tempat ikonik ini dengan menggabungkan prestise adibusana dengan hidangan avant-garde yang menarik bagi para pecinta kemewahan dan mereka yang memiliki hasrat akan keahlian memasak yang luar biasa.
Jean Imbert, mantan pemenang Top Chef dan koki media, pensiun dari perusahaannya pada 27 Agustus 2025 menyusul tuduhan kekerasan dalam rumah tangga. Situasi ini membuat grup LVMH melakukan transisi ke koki yang memiliki reputasi internasional. Pada pertengahan September 2025, restoran Monsieur Dior berpindah tangan ke tangan koki berbintang Michelin, Yannick Alléno, yang mengambil alih dapur restoran bergengsi di jantung Segitiga Emas Paris ini.
Restoran yang dirancang oleh Peter Marino ini merupakan penghormatan kepada Christian Dior, yang juga seorang ahli kuliner. Sang couturier adalah seorang ahli kuliner yang piawai, dan Alléno menemukan salinan "La Cuisine Cousu-Main", buku masak yang diterbitkan oleh rumah makan ini pada tahun 1972, di pasar loak beberapa tahun yang lalu. Hubungan historis ini sekarang menginspirasi menu baru sang koki.
Bersamaan dengan menduduki posisi ini di Dior, Yannick Alléno juga ditunjuk sebagai Executive Chef untuk dapur di kereta api Orient Express dan kapal layar Orient Express Corinthian yang baru, yang akan berlayar mulai Juni 2026. Kolaborasi bergengsi ini mencerminkan ambisi sang chef untuk merevolusi pengalaman gastronomi dalam dunia kemewahan.
Koki berbintang banyak ini mengepalai grup yang terdiri dari 17 restoran dengan total 15 bintang Michelin. Restoran andalannya adalah Pavillon Ledoyen di Champs-Élysées, yang memiliki tiga restoran berbintang: Alléno Paris (3 bintang), L'Abysse (2 bintang), dan Pavyllon (1 bintang). Pada bulan Maret 2025, grup ini memperoleh bintang ke-17 dengan dua bintang baru untuk L'Abysse Monte-Carlo setelah hanya delapan bulan dibuka.
Penunjukan Alléno dilakukan pada saat rumah makan besar semakin merambah ke kemewahan pengalaman dalam menghadapi perlambatan global dalam pengeluaran untuk barang-barang mewah. Chef ini membawa keahliannya dalam teknik revolusioner, khususnya proses ekstraksi, fermentasi, dan kriokonsentrasi, yang merehabilitasi dan mengubah saus menjadi parfum.
Hidangannya terinspirasi dari keanggunan, kreativitas, dan inovasi, yang membangkitkan semangat couturier hebat dalam setiap hidangannya. Pendekatan modern ini sangat sesuai dengan DNA House of Dior, di mana inovasi dan keunggulan tetap menjadi semboyan.
Selain Monsieur Dior, Yannick Alléno berencana untuk membuka Paviliun baru dan menawarkan pengalaman unik di laut dengan kapal layar Orient-Express mulai tahun 2026. Strategi ekspansi yang berani ini bertujuan untuk mempromosikan konsep gastronomi modern di tempat yang dapat diakses oleh para penikmat kuliner.
Pada akhir November, chef ini juga membukaIzakaya Dassaidi Beaupassage, sebuah restoran khas Jepang yang memadukan makanan dan sake. Diversifikasi ini membuktikan keinginannya untuk mengeksplorasi semua terroir kuliner sambil mempertahankan tuntutannya akan kesempurnaan.
Kedatangan Yannick Alléno ke Monsieur Dior merupakan bagian dari upaya untuk memperbarui alamat ikonik ini. Koki berbintang banyak ini bermaksud menjadikan restoran ini sebagai tolok ukur keahlian memasak Paris, dengan memadukan tradisi Prancis dan inovasi kuliner di lingkungan bergengsi Avenue Montaigne.















