Dan jika puisi masih bisa mengguncang realitas? Prix Décembre 2025 telah diberikan, pada tanggal 28 Oktober 2025, kepada novelis dan penyair Laura Vazquez untuk novelnya Les Forces (Éditions du Sous-Sol), yang dipuji oleh para kritikus karena kekuatan tulisannya. Dengan hadiah sebesar 15.000 euro dan didukung oleh Fondation Pierre Bergé – Yves Saint Laurent, penghargaan sastra ini setiap tahunnya diberikan kepada karya unik yang tidak termasuk dalam kategori penghargaan besar.
Diciptakan pada tahun 1989, Prix Décembre kini menjadi salah satu acara yang tidak boleh dilewatkan dalam musim sastra 2025, yang menegaskan posisi Laura Vazquez di antara suara-suara utama dalam sastra kontemporer. Pengumuman pemenang dilakukan setelah seleksi akhir yang melibatkan tiga judul: Les Forces karya Laura Vazquez, Laure karya Kevin Orr (Seuil), dan Remember Fessenheim karya David Dufresne (Grasset).
Lahir pada tahun 1986 di Perpignan dan tinggal di Marseille, Laura Vazquez awalnya menerbitkan kumpulan puisi, kemudian sebuah drama (Zéro, 2024) sebelum beralih ke novel dengan La semaine perpétuelle pada tahun 2021. Novel terbarunya, Les Forces, digambarkan sebagai "ode eksistensial" yang memadukan kisah inisiasi dan refleksi puitis: "Ketika saya menulis, saya mengingat, atau lebih tepatnya merasakan, fungsi primitif dan kekuatan tindakan dari menulis dan puisi," katanya dalam wawancara dengan France Culture.
Karyanya telah meraih beberapa penghargaan: Prix de la Vocation (2014), penghargaan khusus Prix Wepler untuk novel pertamanya, dan Prix Goncourt de la poésie untuk keseluruhan karyanya pada tahun 2023.
Les Forces adalah kisah seorang narator muda yang "mengamati dunia di sekitarnya dan menyadari bahwa, dalam tatanan sosial, semua orang berbohong", kata penulisnya. Dia menambahkan: "Saya tidak menulis teks untuk membuatnya menyenangkan, bagus, atau memberi kesenangan kepada pembaca".
Buku ini menyimpang dari kode-kode novel pembelajaran untuk mengubahnya menjadi odisei puitis dan politis, bergantian antara tragis dan komik, alam dan introspeksi. Melalui tulisan yang kasar dan intens ini, penulis membahas kecemasan, kematian, dan kemanusiaan: sebuah suara yang unik dan berakar pada zamannya.
Dengan memilih Les Forces, juri Prix Décembre menegaskan kembali komitmennya terhadap keberanian sastra dan suara-suara yang tidak termasuk dalam lingkaran penghargaan besar yang biasa. Pemenang sebelumnya adalah Abdellah Taïa untuk Le bastion des larmes (2024); Laura Vazquez kemudian menjadi penerusnya dalam tradisi ini.
Bagi pembaca, penghargaan ini dapat meningkatkan visibilitas novel yang sudah mendapat pujian, dan menegaskan pentingnya gaya penulisan puitis yang melintasi batas-batas genre. Segera baca!
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.















