Aurora borealis kembali pada Rabu, 12 November 2025. Setelah malam yang spektakuler ketika fenomena cahaya ini menerangi langit Prancis dari utara ke selatan, kesempatan baru untuk mengamati fenomena ini akan muncul saat malam tiba. Badai geomagnetik yang sedang berlangsung, yang disebabkan oleh letusan matahari yang kuat, diperkirakan akan mencapai puncak intensitasnya pada malam hari, memberikan kesempatan langka bagi penduduk Paris dan seluruh Prancis untuk mengagumi cahaya utara yang biasanya hanya dapat dilihat di lintang tinggi.
Fenomena ini bermula dari letusan matahari besar yang terjadi pada pagi hari Selasa, 11 November 2025. Aktivitas matahari yang luar biasa ini menyebabkan ejeksi massa korona yang bergerak dengan kecepatan tinggi sebelum mencapai planet kita pada malam hari antara 11 dan 12 November. Dampaknya memicu badai geomagnetik dengan intensitas yang luar biasa, dengan indeks Kp yang melonjak melebihi 8 pada skala 9. Bagi masyarakat umum di Paris dan wilayah sekitarnya, indeks ini merupakan ukuran aktivitas geomagnetik bumi, dan tingkat seperti itu berarti aurora dapat turun ke garis lintang yang tidak biasa.
Tadi malam, pertunjukan tersebut sangat menakjubkan di bagian utara Prancis, di mana para pengamat berada lebih dekat dengan kutub magnetik. Meskipun ada awan tinggi yang terkadang menghalangi pengamatan, para fotografer berhasil mengabadikan warna merah muda yang indah yang menari-nari di atas Teluk Somme pada paruh kedua malam itu. Di bagian timur negara itu, langit yang cerah menawarkan kondisi ideal untuk menikmati tarian langit ini. Di Côte-d'Or, sekitar pukul 3 pagi, saat aktivitas mencapai puncaknya, warna-warna itu menyebar dengan intensitas yang luar biasa.
Puncak pegunungan Alpen menikmati kondisi pengamatan yang luar biasa berkat tidak adanya polusi cahaya. Di Morzine, Haute-Savoie, aurora tidak hanya menampilkan nuansa merah muda, tetapi juga garis-garis kuning-oranye yang memukau para pengamat malam. Perlu dicatat bahwa foto-foto yang diambil dengan waktu pemaparan beberapa detik menunjukkan warna yang lebih intens daripada yang terlihat dengan mata telanjang. Namun, beberapa saksi mata mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut tetap terlihat tanpa kamera, terutama di daerah yang tidak terkena polusi cahaya.
Untuk Rabu malam ini, prakiraan cuaca cukup menggembirakan. Layanan Meteorologi Amerika Serikat NOAA, yang memantau aktivitas matahari, memperkirakan puncak aktivitas geomagnetik baru pada awal malam, dengan indeks Kp yang diperkirakan akan kembali mencapai 8. Konfigurasi ini menawarkan kesempatan baru untuk mengamati bagi penduduk Paris dan Île-de-France, meskipun fenomena ini akan lebih terlihat di wilayah utara.
Untuk memaksimalkan peluang Anda untuk mengamati, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Arahkan pandangan Anda ke utara, idealnya dari tempat yang menawarkan cakrawala yang cerah dan polusi cahaya yang minimal. Di wilayah Paris, taman-taman di pinggiran kota seperti hutan Fontainebleau atau dataran tinggi Montmorency dapat menawarkan kondisi yang lebih baik daripada pusat ibu kota. Penduduk Paris juga dapat mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan ke departemen tetangga, di mana kegelapan langit sangat memudahkan pengamatan.
Jenis peristiwa ini relatif jarang terjadi di garis lintang kita. Terakhir kali aurora borealis yang begitu intens terlihat di Prancis adalah beberapa bulan yang lalu, saat terjadi badai geomagnetik serupa. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa planet kita tetap terkait erat dengan aktivitas bintang kita, Matahari, yang dapat menerangi malam kita dengan cara yang spektakuler.
Singkatnya, jika Anda mencari rencana yang bagus untuk Rabu malam ini, angkatlah pandangan Anda ke langit malam. Dengan sedikit keberuntungan dan langit yang cerah, Anda mungkin bisa menyaksikan salah satu pertunjukan alam terindah yang ditawarkan alam, tanpa perlu meninggalkan wilayah Paris.















