Di13ᵉ arrondissement, fasad-fasadnya benar-benar memiliki ingatan panjang. Di rue Émile-Deslandres, pada persimpangan dengan rue Croulebarbe, Seth, yang bernama asli Julien Malland, kembali pada 2026 untuk menghiasi tembok besar gedung perumahan sosial. Berdiri di atas derek, sang seniman memberi nyawa pada sebuah fresku street art monumental baru di sebuah lingkungan yang sejak awal dekade 2010 telah menjadi salah satu museum terbuka paling unik di ibu kota.
Kembalinya karya itu jelas bukan hal sepele. Karya lama dari Seth dulu menghiasi dinding yang sama sebelum akhirnya tertutupi saat pengerjaan isolasi termal gedung tersebut. Walikota arondisemen ke-13 telah membuat komitmen publik: memulangkan lagi sang seniman begitu pekerjaan selesai. Janji itu telah ditepati.
Seth, seniman jalanan berusia 53 tahun kelahiran 1972, telah menelusuri karakternya yang penuh warna selama lebih dari dua dekade di tembok-tembok dunia. Anak-anak dengan wajah yang sering tampak hilang, membawa mimpi dan simbol, membentuk karya yang sekaligus puitis dan berkomitmen. Di XIIIᵉ, karyanya telah menghiasi boulevard Vincent-Auriol, tulang punggung sejati dari street art Paris dengan sekitar lima puluh fasad yang dicat, juga di Butte-aux-Cailles maupun sekolah Louise-Bourgeois. Ia baru-baru ini membuka studionya di arrondissement tersebut, menjadi, seperti yang ditegaskan pemerintah kota, seorang seniman XIIIᵉ yang utuh.
Karyanya berupa lukisan anak-anak tanpa wajah yang terpahat di berbagai belahan dunia dikenal luas para penggemar street art. Seniman ini, yang juga penulis, ilustrator, dan penerbit, pernah menampilkan karyanya di Palais de Tokyo, di galeri Magda Danysz, maupun di galeri Itinerrance, yang sejak awal menjadi motor utama proyek Boulevard Paris 13.
Karya Seth melampaui batas kawasan sekitarnya. Pada Februari 2022, tiga hari setelah dimulainya serangan Rusia ke Ukraina, sang seniman turun ke jalan secara spontan untuk melukis "L'Ukraine en marche" di Rue Buot, di arrondissement ke-13 yang sama: seorang gadis kecil dengan bendera biru-kuning yang menginjak tank. Gambar itu kemudian menjadi simbol, direproduksi di dinding sebuah tempat perlindungan anti-pesawat dan diubah menjadi prangko Ukraina. Pada 2019, ia yang menandatangani di sebuah fasad di arrondissement XX sebuah mural raksasa sebagai penghormatan kepada street-artiste Zoo Project, yang meninggal pada usia 23 tahun.
Minggu ini, Michel-Édouard Leclerc, presiden jaringan bernama sama, menyambut pertemuannya dengan Seth di tempat kerja dan menyebutnya sebagai salah satu seniman kota Prancis paling produktif dan paling cerah. Pujian ini menggambarkan secara tepat posisi unik seniman ini dalam lanskap art urbain kontemporer, sebagaimana dilaporkan Le Parisien.
Fresk baru ini ditujukan bagi siapa saja yang mencintai street art di Paris, baik penduduk sekitar maupun pengunjung yang ingin menelusuri seni urban. Untuk melengkapi jalan santai, kita bisa dengan mudah menuju Boulevard Vincent-Auriol berjalan kaki dan melanjutkan penemuan sepanjang fasad proyek Boulevard Paris 13. Metro jalur 7, stasiun Les Gobelins, atau jalur 6 dari Place d’Italie, memudahkan akses ke area tersebut.
Seth adalah salah satu seniman langka yang karya-karyanya di ruang publik berhasil menyentuh penduduk maupun pejalan kaki. Fresko terbaru ini memperkaya sebuah distrik yang, tembok demi tembok, telah membentuk identitas artistik yang unik di Paris. Kesempatan emas untuk kembali mengunjungi kawasan Croulebarbe dan sekitarnya.
Yang juga patut diketahui:
Tempat
Jalan Émile-Deslandres
Rue Emile Deslandres
75013 Paris 13
Harga
Gratis
Usia yang disarankan
Untuk semua
Situs resmi
www.instagram.com



























