RATP mengubah strategi mereka dalam menangani barang terlantar di métro Paris dan angkutan umum Île-de-France pada tahun 2026 ini. Setiap hari, hampir delapan paket, tas, atau koper ditinggalkan begitu saja di jaringan, menyebabkan gangguan yang bisa berlangsung hingga satu jam. Menanggapi masalah yang semakin membesar ini, prosedur penanganan baru akan diterapkan mengikuti arahan dari Gubernur Kepolisian Paris, dengan tujuan membatasi gangguan lalu lintas sekaligus memastikan keselamatan penumpang tetap terjaga.
Fenomena ini terus berkembang pesat sejak krisis COVID-19. Pada tahun 2024, badan pengelola daerah Paris mencatat peningkatan sebesar 27% dalam jumlah barang tertinggal dibandingkan tahun sebelumnya. Masalah ini menjadi tantangan besar yang setiap hari menyita perhatian petugas keamanan dan pasukan anjing pelacak yang ditempatkan untuk memastikan apa sebenarnya yang tertinggal. Meski kehadiran unit khusus ini di lokasi menjadi lebih cepat, penundaan masih terus terjadi, dan manajemen memutuskan untuk menyesuaikan prosedur mereka guna mengatasi hal ini.
Dalam surat yang dikirimkan kepada RATP yang kami peroleh, Prefek Kepolisian membuat perbedaan jelas antara kargo yang terlupakan dan barang mencurigakan. Menurut pedoman baru ini, sebuah bagasi hanya akan dikategorikan berbahaya jika secara bentuk, konstruksi, atau tulisan di dalamnya menunjukkan risiko serius mengandung bahan peledak: misalnya, botol gas, kabel listrik, atau pesan ancaman. Dalam kasus-kasus tertentu ini, penanganannya sepenuhnya berada di tangan aparat kepolisian yang kemudian akan menyerahkan ke tim penjinakan bom.
Di sinilah perubahan besar berada. Sebelumnya, begitu sebuah tas yang ditinggalkan dilaporkan di peron, lalu lintas kereta dihentikan dan perjalanan kereta berhenti. Sekarang, jika barang tersebut tidak dianggap mencurigakan berdasarkan kriteria dari Kepala Kepolisian, kereta masih bisa melanjutkan perjalanan tanpa harus berhenti di stasiun tersebut. Penumpang pun tidak akan bisa turun maupun naik di stasiun ini sampai situasinya jelas, tetapi seluruh jalur tetap berjalan seperti biasa.
Prosedur penanganan barang terlupakan di dalam gerbong juga mengalami perubahan. Sebelumnya, kereta akan berhenti di stasiun, penumpang dievakuasi, lalu kereta tetap diam menunggu kedatangan tim peledak. Kini, jika benda tersebut tidak menunjukkan tanda bahaya yang mencolok, kereta tanpa penumpang akan dialihkan ke jalur samping. Langkah ini bertujuan agar perjalanan kereta lain tidak terhambat selama proses penanganan oleh tim peledak.
Pelonggaran aturan ini tidak disambut baik oleh semua pihak dan malah memicu kemarahan dari beberapa serikat pekerja seperti Force Ouvrière maupun La Base, yang bahkan menyarankan para sopir RER untuk melakukan perlawanan dan tidak mengikuti aturan baru. Serikat-serikat ini khawatir bahwa upaya memperlancar arus lalu lintas ini berpotensi membahayakan keselamatan petugas dan penumpang.
Di pihak manajemen RATP, mereka calang-calang memberi jaminan dengan mengingatkan bahwa « tujuan utama tetap keselamatan penumpang dan petugas » sebagaimana dilaporkan oleh Le Parisien. Badan pengelola transportasi ini menegaskan bahwa aturan baru yang diterapkan didasarkan pada rekomendasi dari Kepolisian Prefektur dan bertujuan mencapai keseimbangan antara keamanan dan kelangsungan layanan. Pedoman keselamatan ini bahkan bisa saja mengalami penyesuaian lebih lanjut karena saat ini Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perhubungan tengah mengupayakan pembahasan agar protokol ini semakin disempurnakan.
Singkatnya, jika Anda menggunakan kereta metro atau RER di Île-de-France, jangan lupa membawa barang bawaan Anda dan segera laporkan jika menemukan tas atau barang mencurigakan kepada petugas di stasiun. Aturan baru ini diharapkan dapat mengurangi keterlambatan akibat barang tertinggal, namun tetap harus berhati-hati. Untuk info terbaru mengenai gangguan layanan, kunjungi situs resmi RATP yang memberi pembaruan langsung tentang insiden di jaringan transportasi Paris, atau klik layanan penemuan barang hilang RATP jika Anda kehilangan barang di dalam kereta atau stasiun.
Usia yang disarankan
Untuk semua















