Taman Viviani adalah taman yang indah yang terletak tidak jauh dari Notre-Dame de Paris, dengan pemandangan ke monumen yang kini telah direstorasi dan dapat dikunjungi. Di musim dingin, taman ini menjadi tempat pasar Natal paling menawan di Paris. Di musim panas, taman ini adalah tempat yang ideal untuk beristirahat di bawah naungan pohon-pohon berbunga yang mekar pertama kali saat musim panas tiba.
Square René-Viviani tidak diragukan lagi merupakan salah satu ruang hijau yang paling tidak biasa di Paris. Di taman dekat dermaga Seine ini, Anda akan menemukan tempat hijau yang dihiasi peninggalan bersejarah dan menghadap ke Notre-Dame. Taman ini bahkan memiliki pohon tertua di Paris! Pergilah ke Latin Quarter, dekat Quai de Montebello. Di sana, tersembunyi di dekat tepi Sungai Seine, terdapat sebuah taman yang mengejutkan dan misterius: Square René-Viviani.
Gereja Saint-Julien-le-Pauvre, salah satu gereja tertua di Paris, menghadirkan suasana abad pertengahan di tempat yang tenang ini. Sejarahnya dimulai pada abad ke-6, jauh sebelum katedral di dekatnya dibangun. Selama berabad-abad, gereja ini telah menjadi saksi bisu pergolakan Paris, yang secara bergantian menyambut para biarawan, peziarah, dan kini para pengunjung yang ingin mengetahui warisan budaya. Dan jika kita masuk ke bagian taman yang lebih teduh, menuju gereja, kita akan menemukan sisi yang lebih mistis dari square René Viviani. Di sana, kita akan menemukan sisa-sisa sumur dari abad ke-12, serta batu-batu ukiran kuno yang berasal dari pagar, puncak menara, atau kapitel gotik.
Di sini juga Anda akan menemukan pohon tertua di Paris. Pohon ini adalah belalang hitam kolosal yang ditanam pada tahun 1601. Ditanam oleh ahli botani Jean Robin, yang memperkenalkanspesies ini ke Prancis di bawah pemerintahan Henry IV. Itulah mengapa pohon ini menyandang namanya. Selama lebih dari 400 tahun, pohon tertua di ibu kota ini selalu berbunga setiap musim semi. Tingginya kini mencapai 15 meter dan kelilingnya 3,50 meter, padahal pohon jenis ini biasanya tidak lebih dari 10 meter. Sebuah struktur beton kini menopang Robinia yang bersejarah ini, yang telah diklasifikasikan sebagai pohon yang luar biasa. Pohon yang dihormati ini adalah salah satu dari sedikit sisa-sisa yang masih hidup dari abad ke-17 di Paris. Dulunya digunakan untuk khasiat obat, sekarang pohon ini menjadi simbol perlawanan dan transmisi selama berabad-abad.
Alun-alun ini juga merupakan rumah bagi air mancur perunggu Georges Jeanclos, sebuah karya tahun 1995 yang terinspirasi oleh kenangan dan luka Perang Dunia Kedua. Di dekatnya, sebuah prasasti mengenang anak-anak Yahudi yang dideportasi antara tahun 1942 dan 1944, menggarisbawahi dimensi peringatan situs ini.
Beberapa peninggalan Notre-Dame de Paris juga ada di sini, yang digunakan kembali dalam restorasi sebelumnya. Di antaranya adalah potongan-potongan pagar, puncak menara, dan kapitel, yang menunjukkan hubungan erat antara taman ini dan katedral yang menjulang di atasnya. Taman itu sendiri dibangun pada tahun 1928 di lokasi bekas bangunan tambahan Hôtel-Dieu dan rumah-rumah tua, sehingga merestrukturisasi jaringan perkotaan di Pulau Cité.
Tanggal dan jadwal
Dari 19 Januari 2026
Tempat
Square Viviani
Square René Viviani
75005 Paris 5
Harga
Gratis































