Kita akan menjelajahi pelabuhan Valvins-les-Bains, yang telah bangkit dari abu, terletak di antara hutan Fontainebleau dan tepi Sungai Seine yang tenang di Seine-et-Marne. Sejak diresmikan pada April 2025, situs simbolis ini telah diberi kesempatan hidup baru, berkat renovasi total yang didanai oleh konurbasi Pays de Fontainebleau.
Lewatlah sudah hari-hari marina sederhana: Valvins kini telah menjadi pelabuhan budaya dan pedesaan yang sesungguhnya, yang dirancang untuk pengunjung serta penduduk yang mencari kegiatan rekreasi di luar ruangan. Tempat ini benar-benar kembali ke tempat yang dulu dikenal sebagai Valvins-les-Bains, saat warga Paris datang ke sini untuk mandi.
Mengikuti tepi Sungai Seine, di antara hutan Fontainebleau dan desa-desa dengan pesona yang tersembunyi, Anda akan menemukan pelabuhan ini di tengah-tengah alam. Tujuan yang dinyatakan? Untuk menjadikannya pintu gerbang wisata ke wilayah ini, terbuka bagi para pelaut dan pengunjung yang ingin tahu dengan berjalan kaki atau bersepeda. Kantor kepala pelabuhan yang baru dan ponton yang aman dan modern menyambut para pengunjung. Para pelaut kini dapat berlabuh di ponton pengunjung yang dapat diakses 24 jam sehari dengan pembayaran jarak jauh, dan berjalan-jalan di lingkungan yang tenang di mana mereka dapat meluangkan waktu untuk merenungkan sungai.
Begitu kami tiba, kami melihat ponton-ponton baru, yang dinamai sesuai dengan nama-nama seniman yang telah meninggalkan jejak mereka di wilayah ini, seperti Mallarmé, Whistler, dan Morisot. Ini adalah salah satu detail menarik dari metamorfosis ini: panel-panel budaya di mana-mana menceritakan kisah pelabuhan ini, yang dulunya sangat penting untuk mengangkut batu pasir dari hutan ke Paris, kemudian menjadi tujuan liburan populer di abad ke-19. Sangat mudah untuk membayangkan percakapan artistik yang terjadi di tepi laut, dalam cahaya khusus yang menginspirasi Debussy dan Valéry.
Berjalan-jalanlah di sepanjang sungai dan Anda akan menemukan beberapa ide bagus untuk satu hari di Paris. Jalur sepeda mengarah ke Valvins melalui Scandibérique - sempurna untuk merencanakan liburan beroda dua di antara alam dan warisan budaya. Tempat ini dipenuhi dengan meja piknik, pohon-pohon tinggi yang menawarkan keteduhan dan jalan setapak di sepanjang Sungai Seine. Tidak jauh dari sana, Anda dapat menjelajahi "Affolantes" yang terkenal, tempat tinggal abad ke-19 yang indah yang menjadi saksi seni hidup tertentu.
Dari segi budaya, Musée Stéphane Mallarmé di Vulaines-sur-Seine, yang dibuka kembali hingga 14 Juli 2025, patut dikunjungi. Bekas rumah penyair ini menjadi tempat pameran yang didedikasikan untuk hubungannya dengan alam dan Sungai Seine, berjudul Entre fleuve et fleurs. Ini adalah jeda puitis yang indah untuk melengkapi perjalanan Anda. Setelah beberapa pekerjaan, tempat ini akan dibuka kembali.
Proyek ini tidak berhenti sampai di situ: pemerintah kota berencana untuk meluncurkan kembali kegiatan bahari, khususnya dengan Yachting Club du Pays de Fontainebleau, dan bahkan mungkin, pada saatnya nanti, memungkinkan mandi di Sungai Seine, seperti di masa lalu. Saat ini sedang dipertimbangkan untuk membuat kolam renang terapung atau kapal tongkang yang dikonversi, jika kualitas airnya memungkinkan. Ini adalah kisah yang bisa mengembalikan Valvins ke fungsi aslinya.
Pelabuhan yang dibangun kembali ini, yang dapat diakses dengan kereta api atau mobil dari Paris, mengembalikan tempat yang sarat akan sejarah ke masa kejayaannya. Pembangunan kembali ini merupakan bagian dari sejarah panjang pengembangan sungai. Pelabuhan Valvins digunakan sejak abad ke-17 untuk mengangkut balok-balok batu pasir dari Fontainebleau ke ibu kota. Pada abad ke-19, tempat ini menjadi tujuan liburan yang modis, populer untuk berenang, naik perahu, dan bersantap di teras.




Pada saat itulah kereta ini diberi nama Valvins-les-Bains, yang merupakan sebuah anggukan untuk menarik perhatian warga Paris yang mencari kesegaran dan keanggunan. Kedatangan kereta api pada tahun 1849 di Fontainebleau, kemudian di Samois, memperkuat fenomena tersebut. Bangsawan Rusia, istana Napoleon III, dan banyak seniman menetap di wilayah ini, tertarik dengan keindahan lanskap dan cara hidup yang lembut di tepi air.
Sebagai titik awal penemuan budaya dan surga relaksasi, Valvins-les-Bains menawarkan ide yang bagus untuk liburan, di persimpangan seni, alam, dan kenangan. Cara yang lembut dan terinspirasi untuk menemukan kembali tepian Sungai Seine, jauh dari hiruk pikuk kota.















































