Siap untuk pelarian indah ke puncak seni dan alam? Melalui puncak-puncak bersalju, desa-desa terpencil di lembah-lembah Swiss, dan cahaya puncak yang berkilauan, Giovanni Segantini telah membangun sebuah karya di mana alam menjadi bahasa spiritual. Museum Marmottan Monet menawarkan kesempatan untuk menyelami dunia yang unik ini melalui Je veux voir mes montagnes, pameran retrospektif pertama di Paris yang didedikasikan untuk pelukis simbolis dan divisionis ini. Lukisan minyak, pastel yang lembut, gambar yang ekspresif: lebih dari enam puluh karya dari koleksi Eropa menelusuri perjalanan seniman yang tak tergolong ini, yang meninggal secara prematur pada tahun 1899. Proyek untuk memamerkan karyanya di Paris sangat berarti baginya — pameran ini, yang dikuratori oleh Gabriella Belli dan Diana Segantini, akhirnya mewujudkan impian tersebut.
Perjalanan dimulai di Lombardy, tempat kelahiran sang seniman, dan mengikuti jejaknya hingga ke lembahEngadine di Swiss, wilayah yang ia jadikan tempat berlindung dan sumber inspirasi. Di sana, Segantini tidak hanya melukis gunung: ia melampauinya, menjadikannya panggung dialog diam antara manusia dan elemen-elemen alam. Setiap kanvas menangkap kilauan cahaya yang unik, kepadatan udara, dan ketegangan antara kehidupan pedesaan dan idealisme spiritual. Anda akan dihadapkan pada lanskap yang seolah-olah bernapas dan menantang Anda untuk merenung.




Yang membedakan karya Giovanni Segantini adalah kemampuannya untuk membuat bahan lukisan bergetar, dengan menyandingkan sapuan kuas sesuai prinsip-prinsip divisionisme, untuk menciptakan efek cahaya yang hampir bergetar. Dalam karyanya, tema-tema keibuan, kesendirian, kematian, dan penebusan saling terjalin dalam lanskap di mana alam menjadi cermin jiwa manusia. Dalam hal ini, ia sepenuhnya mengikuti gerakan simbolisme, tetapi dengan kekuatan visual yang mengingatkan pada ketelitian realisme.
Sejalan dengan retrospektif ini, museum ini memamerkan pilihan karya-karyaAnselm Kiefer, yang dikumpulkan dengan judul Voglio vedere le mie montagne. Sebagai gema kontemporer dari dunia Giovanni Segantini, Anselm Kiefer juga menjelajahi hubungan dengan lanskap sebagai tempat ingatan, penderitaan, dan transendensi. Ini adalah dialog yang belum pernah terjadi sebelumnya antara dua visi dunia, yang terpisah lebih dari satu abad, tetapi dihubungkan oleh ketertarikan yang sama terhadap gunung sebagai ruang mental.




Jika Anda menyukai lukisan abad ke-19, peka terhadap alam dalam dimensi simbolisnya, atau mencari pengalaman artistik yang meditatif, pameran ini sangat cocok untuk Anda. Pameran ini mengajak Anda untuk melambat, melihat dengan cara yang berbeda, membiarkan diri Anda terserap oleh pemandangan gembala dan langit yang luas, cahaya keemasan, dan bayangan yang sunyi. Sempurna untuk perjalanan sendirian, mencari inspirasi, atau momen istimewa berdua, jauh dari keramaian kota.
Namun, pengalaman ini mungkin kurang cocok untuk anak-anak kecil atau mereka yang mencari interaksi digital, animasi, atau jalur permainan. Di sini, semuanya bergantung pada kekuatan gambar, kedalaman emosi, dan kecepatan pandangan.
Terletak di distrik ke-16 yang tenang, Musée Marmottan Monet, yang terkenal dengan koleksi impresionisnya, menawarkan suasana yang intim dan cerah, cocok untuk menemukan seorang seniman yang telah lama tidak dikenal di Prancis. Setiap ruang memandu Anda melalui tahapan kehidupan Segantini, sambil menciptakan jeda visual di antara karya-karya tersebut, agar Anda dapat lebih menikmati kekuatannya.
Di balik penampilannya yang seperti perjalanan pegunungan, Je veux voir mes montagnesjuga merupakan perjalanan batin, sebuah undangan untuk mendefinisikan ulang hubungan kita dengan alam, kesendirian, dan cahaya. Sebuah momen langka di mana lukisan dan lanskap bersatu untuk membuka ruang kontemplasi dan refleksi.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.
Tanggal dan jadwal
Dari 29 April 2026 Pada 16 Agustus 2026
Tempat
Musée Marmottan-Monet
2, rue Louis Boilly
75116 Paris 16
Situs resmi
www.marmottan.fr
Reservasi
Lihat harga tiket
Informasi lebih lanjut
Buka dari Selasa hingga Minggu pukul 10.00 hingga 18.00. Malam hari pada hari Kamis hingga pukul 21.00.















