Jesse Darling di Palais de Tokyo: sebuah pameran yang menghubungkan memori dengan narasi yang terlupakan — foto-foto kami

Oleh Laurent de Sortiraparis · Foto oleh Laurent de Sortiraparis · Diperbarui 3 April 2026 pukul 18:39
Palais de Tokyo di Paris menghadirkan sebuah pameran yang didedikasikan untuk seniman Inggris Jesse Darling, peraih Turner Prize 2023, berjudul Les Ambassadeurs, yang berlangsung dari 3 April hingga 13 September 2026. Melalui instalasi-instalasinya yang besar, terbuat dari material bekas pakai dan barang-barang sehari-hari, seniman ini mengeksplorasi kerentanan bingkai, acuan, dan sistem yang membentuk kehidupan kita.

Di Palais de Tokyo, di Paris, Jesse Darling mempersembahkan Les Ambassadeurs, sebuah pameran baru yang berlangsung dari 3 April hingga 13 September 2026. Pemenang Turner Prize 2023, seniman Inggris itu menjadikan Ruang-ruang museum sebagai pentas bagi serangkaian instalasi besar yang dirancang khusus untuk tempat ini, sejalan dengan arsitektur, sejarah, dan lingkungannya. Dari bahan-bahan daur ulang, limbah industri, dan objek-objek keseharian, ia merangkai sebuah rute di mana patung dan narasi bertemu. Pameran ini menyoroti kerentanan hal-hal, tubuh, dan sistem yang membentuk kehidupan kita.

Seniman menghadirkan sebuah lingkungan yang sensorial sekaligus visual, di mana pengunjung diajak bergerak menjelajahi ruangnya. Material yang digunakan — papan nama toko, objek-objek yang digantung, bendera, dan kipas — berasal dari lingkungan sekitar dan diolah menjadi bentuk-bentuk yang terdistorsi, ditandai oleh waktu, menyiratkan rasa keletihan dan kerapuhan. Setiap installation seolah menahan narasi laten, tersembunyi di balik lipatan materi, mempertanyakan hubungan antara tubuh, kekuasaan, dan ingatan materi.

Jesse Darling au Palais de Tokyo : une exposition entre mémoire et récits oubliés - IMG 5852Jesse Darling au Palais de Tokyo : une exposition entre mémoire et récits oubliés - IMG 5852Jesse Darling au Palais de Tokyo : une exposition entre mémoire et récits oubliés - IMG 5852Jesse Darling au Palais de Tokyo : une exposition entre mémoire et récits oubliés - IMG 5852

Bahan Mentah, Barang Sehari-hari, dan Kisah yang Tak Terlihat

Eksposisi di Palais de Tokyo menampilkan rangkaian karya yang terdiri dari barang-barang biasa yang diubah menjadi relic. Karya-karya Jesse Darling mengubah fungsi benda-benda tersebut, memberi mereka makna kritis. Penghalang keamanan tampak seperti serangga yang lemah, rak-rak miring seperti makhluk yang terlalu berat memikul, sementara ex-voto populer yang terbuat dari sampah, gambar, dan stiker, berdiri kokoh sebagai monumen kolektif. Keseluruhan karya ini menggambarkan semacam seni daur ulang yang puitis, di mana sang seniman lebih ingin mempertanyakan sistem yang memproduksi, memakai, dan membuang bahan-bahan tersebut, bukan sekadar mempercantiknya.

Seperti yang dijelaskan oleh pernyataan resmi museum, "recycling puisi dari kenyataan ini, yang bisa disamakan dengan praktik pelucutan senjata, sementara waktu menjauhkan kekerasan mereka seolah untuk menetralkannya, menganalisis, dan memahaminya". Karya ini yang selalu berubah dan tidak tetap, mengambil bentuk lanskap yang tidak stabil, di antara instalasi dan narasi, di mana kerentanan menjadi suatu kondisi yang dibagikan, sebuah cara hidup.

Jesse Darling au Palais de Tokyo : une exposition entre mémoire et récits oubliés - IMG 5876Jesse Darling au Palais de Tokyo : une exposition entre mémoire et récits oubliés - IMG 5876Jesse Darling au Palais de Tokyo : une exposition entre mémoire et récits oubliés - IMG 5876Jesse Darling au Palais de Tokyo : une exposition entre mémoire et récits oubliés - IMG 5876

Pameran yang Mengisi Musim Semi di Istana Tokyo

Pameran Jesse Darling merupakan bagian dari rangkaian pertunjukan musim semi di Palais de Tokyo, yang bersebelahan dengan sejumlah pameran sementara lainnya. Perlu diketahui bahwa karya seni Jesse Darling diwakili oleh Galerie Sultana, yang berlokasi di Paris. Baru-baru ini, Jesse Darling tampil di Towner Eastbourne di Inggris dalam pameran bertajuk Enclosures, yang mendapatkan sambutan hangat dari Turner Prize 2023. Ia juga tampil di Camden Art Centre, Modern Art Oxford, dan di Marseille, dalam ruang Triangle France – Astérides. Selain itu, ia turut serta dalam biennale dan pameran kolektif besar seperti Venice Biennale, MMK Frankfurt, dan Museum Ludwig di Köln.

Mengenai pameran, di sini bukanlah berusaha menyusun narasi yang linier atau sekadar ilustratif, melainkan membuka sebuah ruang persepsi di mana benda-benda, bentuk, dan bahan berperan sebagai sinyal-sinyal kecil yang halus—antara memori dan penghapusan. Seniman tidak berusaha menyatakan satu kebenaran, melainkan menunjukkan apa yang tetap ada, apa yang bertahan, dan apa yang melelahkan. Sebuah undangan untuk lebih memperhatikan kisah tanpa suara dari benda-benda, serta infrastruktur material dari kehidupan.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna

Tanggal dan jadwal
Dari 3 April 2026 Pada 13 September 2026

× Perkiraan waktu buka: untuk mengonfirmasi waktu buka, silakan hubungi restoran.

    Tempat

    13, avenue du président Wilson
    75116 Paris 16

    Perencana rute

    Mengakses
    Stasiun Metro jalur 9 "Iéna" atau "Alma-Marceau"

    Harga
    Tarif réduit : €9
    Plein tarif : €13

    Situs resmi
    palaisdetokyo.com

    Informasi lebih lanjut
    Buka setiap hari kecuali hari Selasa, mulai pukul 12 siang hingga 10 malam.

    Komentar
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda