Setelah suksesnya Paris 1900, Petit Palais, yang berada di avenue Winston-Churchill di 8ᵉ arrondissement Paris, mengarahkan pandangan ke Bruxelles lewat sebuah pameran besar bertajuk Bruxelles 1900, yang akan dapat dinikmati 10 November 2026 hingga 25 April 2027. Untuk pertama kalinya di Prancis, sebuah panorama komprehensif tentang kreasi Belgia di era ujung abad ke-19 dan awal abad ke-20 dipamerkan di satu tempat: lukisan, patung, seni dekoratif, fotografi, arsitektur, perhiasan, dan mode disatukan untuk menceritakan sebuah kota yang sedang bergejolak.
Yang langsung terasa adalah luasnya wilayah yang dicakup. Kita tidak hanya akan membahas beberapa lukisan simbolis yang terkenal: pameran ini akan mempertemukan karya-karya dengan sifat sangat berbeda, dari triptikk monumental Léon Frédéric hingga rangkaian furnitur serta maquette karya Victor Horta, melalui poster Salon des XX dan perhiasan Philippe Wolfers. Horta, tokoh terdepan Art Nouveau Belgia, menentang arsitektur tradisional rumah borjuis, membela rencana bebas dan keluwesan ruang, serta banyak menggunakan logam dan kaca. Melihat maquettes-nya di Paris akan menjadi kesempatan langka untuk mendekatkan diri selangkah lebih dekat dengan pemikiran tentang bangunan yang telah mengubah wajah Eropa.
Latar belakang sejarah memberi makna penuh pada gejolak ini. Seiring didirikannya Salon des XX pada 1883, Brussels bersaing sengit dengan Paris. Lingkaran ini, kemudian La Libre Esthétique, secara luas membuka pintu bagi avant-garde Eropa: Cézanne, Gauguin, Denis, dan Rodin memamerkan karya-karya mereka. Di sekitar mereka berputar tokoh-tokoh Belgia terkemuka seperti Ensor, Khnopff, Verhaeren, Maeterlinck, dan Van Rysselberghe, yang karya-karyanya merentang simbolisme, naturalisme, dan seni sosial dalam suatu percampuran yang hanya milik kota ini dan dekade itu.
Vitalitas ini tercatat dalam konteks yang pameran janji akan dibahas secara langsung. Rezim Léopold II membawa pertumbuhan ekonomi Belgia yang luar biasa sekaligus proyek kolonial di Kongo, yang sejak dulu dikritik oleh Joseph Conrad. Keagungan seni Brussels 1900 dibangun di atas kontradiksi-kontradiksi ini, dan rute pameran mengajak kita untuk menatapnya secara jujur alih-alih menghindarinya.
Yang paling dinantikan adalah penyorotan peran ibu kota yang dalam beberapa dekade saja bertransformasi dari negara-bangsa muda yang didirikan pada 1830 menjadi laboratorium modernitas Eropa. Art Nouveau pertama kali muncul di Brussel pada awal era 1890-an, lalu dengan cepat menyebar ke Perancis dan ke seluruh Eropa. Paris kerap menyerapnya tanpa benar-benar membagikan sumber aslinya. Pameran ini diharapkan bisa sedikit memperbaiki ketidakadilan tersebut.
Bruxelles 1900 diselenggarakan bekerja sama dengan Musées royaux des Beaux-Arts de Belgique, Musées royaux d'Art et d'Histoire, dan Bibliothèque royale de Belgique, dengan dukungan luar biasa dari musée d'Orsay. Le Petit Palais dibuka dari Selasa hingga Minggu pukul 10.00–18.00 (malam hari Jumat dan Sabtu hingga pukul 20.00), tutup pada Senin dan hari libur.
Tanggal dan jadwal
Dari 10 November 2026 Pada 25 April 2027
Tempat
Petit Palais
Avenue Winston Churchill
75008 Paris 8
Situs resmi
www.petitpalais.paris.fr















