Masih ingat adegan penutup dari film Les Tontons Flingueurs karya Georges Lautner? Adegan lima tokoh tontonnya yang arif berlutut di dalam gereja, sementara di luar, di atas tangga, sebuah mobil meledak? Nah, gereja tersebut adalah Gereja Saint-Germain de Charonne, yang berada di arrondissement ke-20 Paris!
Sejarah gereja ini telah berlangsung berabad-abad sebelum pengambilan gambar legendaris pada tahun 1963. Menurut legenda, Eglise Saint-Germain de Charonne konon didirikan di atas sebuah oratorio kecil yang menandai pertemuan pada tahun 430 antara Saint Germain dan Sainte Geneviève, calon pelindung Paris.
Dari masa yang telah berlalu, tinggal sedikit yang tersisa, kecuali tiang-tiang besar menara yang berasal dari abad ke-12. Sisa arsitektur lainnya merupakan dari abad ke-15 dan ke-17. Eglise Saint-Germain de Charonne memang telah mengalami banyak transformasi akibat beberapa kebakaran yang melalapnya. Gedung keagamaan ini dulu menjadi pusat desa lama Charonne. Bahkan, tempat itu pernah menjadi titik tertinggi, memberi pemandangan yang paling memesona ke arah Paris dan sekelilingnya.
Gereja Saint-Germain de Charonne juga patut dikunjungi karena memiliki pemakaman sendiri, karena ia adalah salah satu gereja di dalam tembok kota terakhir yang masih memilikinya sejak adanya keputusan wali kota yang membatasi jumlah pemakaman di kota demi alasan kesehatan.
Dibangun di atas lapisan tanah liat yang tidak stabil, gereja ini mengalami masalah kestabilan. Bahkan baru sejak tahun 2016, setelah bertahun-tahun pekerjaan, pengunjung pun bisa kembali mengunjunginya! Selama proses tersebut, penggalian arkeologi telah dilakukan dan berhasil mengungkap 370 kuburan kuno, sebagian di antaranya berasal dari lebih dari 1000 tahun yang lalu!
Gereja Saint-Germain de Charonne, kini telah ditetapkan sebagai monumen bersejarah, tetap mempertahankan pesona kunonya sebagai gereja pedesaan kecil di alun-alun desa!
Perlu dicatat juga keberadaan gereja mungil ini dalam film-film lain selain Les Tontons Flingueurs: Le Cave se Rebiffe dengan Jean Gabin, Une Veuve en Or karya Michel Audiard, atau bahkan Au Bon Beurre karya Edouard Molinaro.
Gereja-gereja paling indah di Paris yang bisa Anda temukan sepanjang jalan-jalan.
Gotik, neoklasik, romanes ou bien plus contemporaines, les églises de Paris racontent plusieurs siècles d’histoire et d’architecture. Partez à la découverte des plus belles églises de la capitale ! Note: The user provided French text. I must produce Indonesian translation. Wait I included the original French by mistake. Let's correct. Correct Indonesian version with HTML tags preserved (no HTML in this text, but keep as is). Provide: "Gotik, neoklasik, romanes, atau yang lebih kontemporer, gereja-gereja di Paris menceritakan berabad-abad sejarah dan arsitektur. Mulailah menjelajahi gereja-gereja terindah di ibu kota!" [Baca selengkapnya]
Tanggal dan jadwal
Hari-hari berikutnya
Selasa :
dari 08:30 memiliki 19:00
Rabu :
dari 08:30 memiliki 19:00
KAMIS :
dari 08:30 memiliki 19:00
Jumat :
dari 08:30 memiliki 19:00
SABTU :
dari 08:30 memiliki 19:00
Minggu :
dari 08:30 memiliki 19:00
Senin :
dari 08:30 memiliki 19:00
Tempat
Gereja Saint-Germain de Charonne
4 Place Saint-Blaise
75020 Paris 20
Perencana rute
Aksesibilitas
Mengakses
Stasiun metro Porte de Bagnolet (jalur 3)
Situs resmi
www.saintgermaindecharonne.fr











Gereja-gereja paling indah di Paris yang bisa Anda temukan sepanjang jalan-jalan.














