Tahukah Anda? Gedung Museum d’Orsay di Paris sebenarnya dulu pernah berfungsi sebagai stasiun kereta api tua.

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Foto oleh Audrey de Sortiraparis · Diperbarui 23 Desember 2025 pukul 14:35 · Diterbitkan di 23 Desember 2025 pukul 12:30
Museum d'Orsay, terkenal karena koleksi impresionisnya yang mengagumkan, terletak di sebuah stasiun kereta kuno yang dibangun pada tahun 1900. Mari kita telusuri kembali kisah menarik dari monumen ikonik Paris ini, tempat di mana seni dan arsitektur berpadu indah.

Musée d’Orsay, yang terletak di tepi kiri Sungai Seine di Paris, adalah salah satu museum paling banyak dikunjungi di Prancis. Setiap tahun, jutaan pengunjung datang untuk menyaksikan karya-karya dari Monet, Degas, Van Gogh, hingga Gauguin. Namun, yang tak banyak diketahui orang, adalah bahwa tempat budaya terkenal ini sebenarnya berada di dinding sebuah stasiun kereta lawas di Paris.

Bangunan yang saat ini menjadi museum d’Orsay sebenarnya dibangun di akhir abad ke-19. Pada waktu itu, bangunan tersebut dikenal sebagai Stasiun Orsay, yang resmi dibuka pada tahun 1900 bertepatan dengan Expo Dunia. Tujuan utama pembangunan stasiun ini adalah untuk menghubungkan secara lebih efisien para penumpang dari wilayah barat daya Prancis menuju pusat kota Paris.

Arsitektur stasiun Orsay, karya Victor Laloux, menggabungkan struktur logam dengan fasad batu bergaya Beaux-Arts untuk menyatu harmonis dengan bangunan-bangunan di sepanjang pelabuhan Orsay. Pada masa itu, kehadiran bangunan ini dipuji karena kecanggihannya yang modern.

Tetapi sejak tahun 1930-an, kereta api mulai mengalami perubahan, menjadi lebih panjang, sementara platform stasiun semakin tidak memadai. Perlahan-lahan, stasiun berhenti berfungsi sebagai pusat transportasi kereta api. Setelah tidak digunakan lagi, bangunan ini sempat dialihfungsikan menjadi gudang dan kemudian menjadi latar film. Untuk waktu yang lama, bangunan ini tetap tidak terpakai. Bahkan, di suatu masa, rencana penghancuran pun sempat dipertimbangkan.

Musée d'Orsay, collection permanente  - image00023Musée d'Orsay, collection permanente  - image00023Musée d'Orsay, collection permanente  - image00023Musée d'Orsay, collection permanente  - image00023

Di tahun 1970-an, muncul sebuah proyek baru: mengubah stasiun menjadi museum. Ide ini bertujuan menciptakan ruang budaya yang fokus pada seni abad ke-19, sebagai penghubung antara Louvre (seni kuno) dan Centre Pompidou (seni kontemporer).

Setelah bertahun-tahun direnovasi, Museum d’Orsay resmi dibuka kembali pada 1986. Museum ini mempertahankan elemen ikonik dari stasiun, seperti kaca patri besar, jam raksasa, dan tinggi nave, namun dengan sentuhan modern untuk kenyamanan pengunjung dan tampilan karya seni yang lebih menarik.

Hari ini, arsitektur Museum d’Orsay menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berkunjung. Pengunjung dapat menikmati karya seni impresionis yang dipancarkan oleh cahaya alami yang masuk melalui kaca atap yang asli. Jam besar kuno yang masih dipasang di tempatnya menciptakan pemandangan indah yang menghadap ke Sungai Seine dan wilayah sebelah kanan.

Transformasi ini merupakan contoh mengesankan dari keberhasilan rekonstruksi arsitektur. Museum ini sekaligus menjaga warisan masa lalunya sebagai bangunan kereta api, sekaligus menonjolkan keindahan seni abad ke-19.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna

Tempat

62 rue de Lille
75007 Paris 7

Perencana rute

Aksesibilitas

Arus
Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda