Tahukah Anda? Pada abad ke-19, di seberang Louvre, beberapa department store besar menarik perhatian seluruh Paris.

Oleh Audrey de Sortiraparis · Diperbarui 23 Maret 2026 pukul 19:25
Pada abad ke-19, tepat di seberang Louvre, sebuah pusat perdagangan raksasa mengguncang seluruh Paris. Di sepanjang jalan Rivoli, toko ikonik ini mengubah kebiasaan para elit, menjadikan berbelanja sebagai bagian dari gaya hidup sosial, sebelum akhirnya hilang dan kemudian bangkit kembali dengan bentuk yang berbeda.

Pada abad XIX, kawasan Louvre tidak hanya menarik para pecinta seni dan pejalan elegan: tempat ini juga menjadi pusat aktivitas perdagangan Parijs yang sibuk. Di sepanjang Rue de Rivoli, Grand Magasin du Louvre mempersonifikasikan revolusi toko serba ada yang menarik orang tidak hanya untuk belanja, tetapi juga untuk mengagumi, membandingkan, dan terbuai oleh nuansa modernitas. Di balik fasad megah mereka, terbentuklah sebuah gaya hidup khas Paris yang penuh gaya.

Sebuah pusat perbelanjaan di Paris Masa Kejatuhan Kedua Empire

Sejarah dimulai pada 1855, ketika Alfred Chauchard, Auguste Hériot, dan Charles Eugène Faré membuka Galeri Louvre di lantai dasar Grand Hôtel du Louvre. Pada 1857, toko ini berganti nama menjadi Grand Magasins du Louvre. Lokasinya yang berdekatan langsung dengan Louvre dan Palais-Royal menjadikannya secara cepat tempat favorit di Paris yang tengah mengalami perubahan besar. Kesuksesan mereka menandai pergeseran mendalam dalam kebiasaan berbelanja masyarakat. Toko besar ini bukan lagi sekadar toko yang diperbesar, melainkan sebuah pengalaman. Orang tidak hanya datang untuk berbelanja singkat, tetapi untuk berjalan-jalan santai, mengeksplorasi, bahkan bermimpi sejenak.

Le Saviez-vous ? Au XIXe siècle, en face du Louvre, de grands magasins faisaient courir tout ParisLe Saviez-vous ? Au XIXe siècle, en face du Louvre, de grands magasins faisaient courir tout ParisLe Saviez-vous ? Au XIXe siècle, en face du Louvre, de grands magasins faisaient courir tout ParisLe Saviez-vous ? Au XIXe siècle, en face du Louvre, de grands magasins faisaient courir tout Paris
Justelipse / Wikipédia

Lima puluh dua bagian untuk memikat seluruh Paris

Setelah beberapa kali diperbesar, Les Grands Magasins du Louvre menawarkan tidak kurang dari lima puluh dua departemen dan kios: sutra, syal, pakaian rajut, mainan, barang-barang Paris, hingga cat air. Hal ini berhasil menarik pelanggan yang semakin banyak, selalu mencari inovasi terbaru, menjadikan toko ini salah satu simbol perdagangan di Paris. Selain menjual barang, toko ini juga menampilkan keinginan dan hasrat. Semuanya dirancang untuk menarik perhatian, memanjakan selera, dan membuat orang ingin membawa pulang sedikit dari kehidupan modern Paris ke rumah mereka.

Akhir dari Sebuah Era

Pada malam 23 hingga 24 September 1943, sebuah pesawat bomber dari Royal Air Force yang sedang melintasi atas Paris, mengalami kecelakaan dan jatuh di atas bangunan tersebut, hancur hampir total kecuali bagian fasadnya. Peristiwa ini meninggalkan jejak yang mendalam dalam ingatan warga sekitar.
Setelah dibangun kembali, toko-toko di lokasi itu pun tak pernah lagi bersinar seperti masa kejayaannya dulu. Kebiasaan berbelanja berubah, kompetisi makin ketat, dan akhirnya toko tersebut tutup permanen pada 1974.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Bangunan tersebut kemudian mengalami kehidupan baru. Setelah dilakukan renovasi besar-besaran, pada bulan Oktober 1978 bangunan ini berubah menjadi Louvre para penjual barang antik, yang tidak lagi berfokus pada barang-barang terbaru, melainkan pada furnitur, karya seni, dan benda kuno. Tempat ini pun berganti suasana dan target audiens, sekaligus mempertahankan daya tariknya. Sayangnya, seiring waktu, pesona Louvre para penjual barang antik ini pun memudar dan tutup di tahun 2010-an. Setelah itu, situs ini mengalami transformasi lain. Sejak akhir 2025, tempat ini menjadi rumah bagi Fondation Cartier, yang menempati ruang-ruang yang didesain ulang oleh Jean Nouvel.

Hari ini, kawasan Louvre identik dengan museum dan warisan budaya. Namun di abad ke-19, kawasan ini juga merupakan salah satu pusat gaya hidup dan pusat belanja Paris. Di seberang Louvre, orang tidak hanya datang untuk mengagumi karya seni klasik, tapi juga untuk merasakan sensasi dari hal-hal baru yang sedang tren.

Informasi berguna

Tempat

8 Rue de Montpensier
75001 Paris 1

Perencana rute

Aksesibilitas

Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda