Di tepi Paris, sebuah kolam renang bergaya Art Deco bekas siap menjadi tempat budaya.

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Diperbarui 7 Mei 2026 pukul 13:31
Di Saint-Denis, bekas kolam renang Félix-Faure, permata Art Déco era 1930-an, siap bangkit kembali dengan nama Grand Bassin. Sudah ditutup berpuluh-puluh tahun, warisan di Seine-Saint-Denis ini seharusnya menjadi tempat budaya, perayaan, dan terbuka untuk semua.

Dan bagaimana jika salah satu tempat budaya masa depan yang akan memeriahkan wilayah pinggiran kota Paris yang kecil ternyata bersembunyi di sebuah kolam renang Art Deco yang lama? Di Saint-Denis, kolam renang kota Félix-Faure yang lama, yang terletak di boulevard Félix-Faure, sudah lama tidak lagi melihat perenang. Namun, di balik dinding-dindingnya yang tertidur, bangunan itu tetap mempertahankan keanggunan era 1930-an, kenangan dari beberapa generasi warga Dionysiens, dan potensi luar biasa untuk menciptakan gelombang budaya lagi, kali ini.

Dibuka pada 1933, kolam renang ini merupakan fasilitas pertama semacam itu yang dibangun di pinggiran kota Paris bagian timur laut. Proyeknya terutama terinspirasi oleh kolam renang terkenal piscine de la Butte-aux-Cailles, di Paris, dengan kolam 33 meter, kabin, pancuran, dan rute yang dirancang untuk mengatur arus para perenang.

Gaya gaya Art déco dikenali lewat beberapa detail: garis geometris, penggunaan beton bertulang, selera pada volume-volume monumental, dan elemen dekoratif yang sederhana namun sangat terperinci. Bangunan ini terdiri dari dua bagian: satu diperuntukkan bagi kolam renang, dirancang seperti “ruang katedral” dengan langit-langit lengkung dari beton bertulang, dan yang lain didedikasikan untuk pancuran serta ruang ganti. Sebuah balkon yang elegan, pagar besi tempa bergaya Art déco, dan mesin-mesin tua di ruang basement melengkapinya.

Setelah ditinggalkan pada 1988, lalu ditutup secara definitif pada 1996, kolam renang Félix-Faure itu bisa saja hanya menjadi kenangan. Namun bangunan ini terpilih dalam rangka pemanggilan proyek Inventons la Métropole du Grand Paris, dengan ambisi menjadikannya ruang bagi pertukaran ide, kreasi seni, dan budaya. Proyek pemenang, yang diberi nama Grand Bassin, merencanakan untuk mempertahankan dan memulihkan kolam serta fasad luarnya, sambil mengubah situs itu menjadi lokasi budaya.

Proyek ini bertujuan dibukanya kembali untuk publik dan membayangkan sebuah tempat hybrid seluas hampir 3.000 m², yang sekaligus berfungsi sebagai ruang budaya, tujuan wisata, dan pemersatu komunitas. Kolam renang lama akan difungsikan untuk beragam aktivitas, dalam semangat pertemuan dan kehidupan bersama. Workshop, pameran, konser, pertunjukan, dan performans diproyeksikan mengisi dinamika ruang interdisipliner baru ini. Sebuah akomodasi residensi, yang menggabungkan hotel, penginapan, dan hostel, juga direncanakan dalam proyek tersebut. Renaisans tempat ini juga mendapat dukungan dari Mission Patrimoine dengan dana sebesar 260.000 euro melalui Loto du patrimoine. Tinggal kita ikuti perkembangannya, secara dekat.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna

Tempat

1 Boulevard Félix Faure
93200 Saint Denis

Perencana rute

Kata kunci : saint denis, Seine st Denis
Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda