Pada tanggal 15 dan 22 Maret 2026, warga Prancis menuju tempat pemungutan suara untuk memilih wali kota baru di kawasan mereka. Pemilihan umum kota ini secara khusus menentukan wali kota Paris, penerus Anne Hidalgo yang selama ini menjabat sebagai walikota Paris.
Setelah berminggu-minggu berkampanye, menjalin aliansi, dan terlibat dalam debat sengit, tiga calon akhirnya bertemu secara langsung pada putaran kedua pemilihan kota ini. Emmanuel Grégoire, kandidat dari Partai Sosialis dan Wakil Walikota Anne Hidalgo, Rachida Dati, Menteri Kebudayaan dari pemerintahan Emmanuel Macron, serta Sophia Chikirou, calon dari France Insoumise, bersaing memperebutkan kursi Wali Kota Paris.
Pada hari Minggu, 22 Maret 2026, ribuan pemilih datang ke TPS mereka masing-masing. Sebanyak 61,60% dari pemilih terdaftar menggunakan hak suaranya dalam pilkada di Paris. Dari mereka, 50,52% memilih Emmanuel Grégoire sebagai walikota baru Paris. Sosialis ini menggantikan Anne Hidalgo, untuk masa jabatan enam atau tujuh tahun.
Emmanuel Grégoire mengumumkan sejumlah langkah besar dalam program kampanyenya: dia berjanji akan membangun rumah sosial baru, mendukung pengaturan harga sewa, serta melakukan renovasi dan isolasi pada hunian umum dan sosial. Selain itu, dia berencana memperkenalkan Revenu Solidarité Jeunesse dan mendirikan sebuah asuransi kesehatan kota Paris untuk warga berpenghasilan rendah. Emmanuel Grégoire juga menjanjikan layanan metro yang tersedia 24 jam, memperkuat langkah penghijauan dan pejalan kaki di Paris, serta menambah taman dan kebun baru di kota.
Suara putih: 0,87 % (12.240 surat suara)
Tidak sah: 0,41 % (5.698 surat suara)
Golput: 38,40 % (539.493 pemilih)
Pemilihan Umum Kota 2026: Mengapa Warga Paris Perlu Memilih Dua Kali Tahun Ini? Inovasi dan Perubahannya
Berita besar datang dari Paris: Pemilihan umum kota kali ini akan mengharuskan warga mencoblos dua kali, pada hari Minggu 15 dan 22 Maret 2026, menyusul reformasi sistem pemilihan! Kami jelaskan apa saja yang berubah. [Baca selengkapnya]
Sebagai pengingat, Pemilihan umum kota Paris kali ini berbeda dari sebelumnya. Sistem pemilihan baru diterapkan: pemilih harus memberikan dua suara — satu untuk walikota distrik dan satu lagi untuk walikota Paris. Perubahan yang cukup signifikan ini secara teoritis bertujuan menciptakan keberagaman partai di Dewan Paris dan di antara pejabat lokal.



Pemilihan Umum Kota 2026: Mengapa Warga Paris Perlu Memilih Dua Kali Tahun Ini? Inovasi dan Perubahannya














