Panduan kuliner La Liste, rujukan industri, mengumumkan para pemenang Prix Spéciaux Pâtisserie et Boulangerie 2026 pada edisi keenam upacara tahunan mereka, yang digelar di Jardins des Invalides, Paris (7e arrondissement). Secara total, 36 koki dan institusi dari 18 negara telah dianugerahi dalam sebelas kategori, dengan Prancis menduduki posisi yang sangat menonjol.
Meski patisserie bukan di Paris, sang pembuat kue justru orang Prancis, terutama warga Paris. Gelar patisserie terbaik di dunia tahun ini jatuh pada Pierre Hermé di Paris, namun berada di Sentosa, di lepas pantai Singapura. Sebuah rumah yang sangat Prancis, karenanya, kini bersinar di Asia sejak pembukaan flagship seluas 400 m2 pada musim panas 2025.
Prancis tak pernah jauh dari puncak dan tampil menonjol di kategori paling ikonik, mulai dari inovasi dalam dunia roti hingga tanggung jawab lingkungan. Penyaluran, rantai pasok pendek, pembangunan berkelanjutan, dan pelestarian warisan gastronomi: para pemenang berkalangan Prancis mewakili tren-tren besar yang akan membentuk patiseri dan boulangerie di masa mendatang.
Berikut para pengrajin dan koki Prancis yang menerima penghargaan tahun ini, sejumlah alamat yang patut Anda kunjungi jika Anda punya selera manis.
[midroll]
La Liste juga menyoroti sebuah Zoom France yang didedikasikan untuk pembukaan terbaik tahun ini:
Akhirnya, Zoom France yang kedua ini menonjolkan patisserie terbaik yang patut dijelajahi:
Ini salah satu kebanggaan terbesar daftar penghargaan ini: tea time siang terbaik di duniae dinikmati di Paris, di Four Seasons Hotel George V (8e arrondissement). Kepala pastry chef eksekutif Michael Bartocetti menandatangani sebuah tea time yang terus berevolusi setiap musim, antara kreasi manis, gigitan asin, dan kue rotian yang bisa dibagi, dalam suasana istana penuh kemewahan.
Alamat ini membuktikan vitalitas skena kuliner Paris, di mana beberapa rumah makan masuk ke daftar unggulan, mulai dari Mamiche hingga Manufactures Alain Ducasse. Hal ini memberi peluang untuk merencanakan jeda-jeda manis di ibu kota maupun di daerah, sambil menantikan untuk mencoba sendiri referensi-referensi baru tersebut.















