Ada tempat-tempat seperti ini di ibu kota, yang hadir sebagai paragraf kosong di luar waktu dan jauh dari keramaian, tempat kita berkumpul untuk menata ulang dunia dengan prosa. Dan jika Charles Baudelaire begitu piawai menggambarkan melankolia manis dari Spleen de Paris, tempat persembunyian yang tersembunyi di kawasan 1er arrondissment ibukota mengundang kita untuk melarikan diri dari blues sambil menyesap fleurs du mal. Untuk menemukan sarang jiwa-jiwa yang memiliki selera art de vivre, kita perlu terlebih dahulu membuka pintu Burgundy, sebuah hotel Paris yang cantik dikenal dengan semangat arty-nya, untuk menyinggahkan diri di inti dari bar Le Charles, yang dirancang sebagai penghormatan bagi penulis Prancis terkenal itu.




Kami memasuki dunia yang remang dan tenang, di bawah mural warna-warni yang floraltif sebagai referensi pada koleksi puisi sang penyair. Di sini, menu mengambil bentuk buku catatan, dengan sketsa-sketsa yang memperlihatkan berbagai eliksir sementara tulisan-tulisan menggambarkan esensinya. Kartu menu yang unik ini menyimpan sebuah rahasia: setelah minuman, kata-kata dari mereka yang pernah hadir di tempat ini menyelinap di antara halaman, berbagi emosi dan pemikiran secara bergantian, terkadang ditulis dengan tangan yang mantap, kadang digoreskan di dalam beberapa coretan.
Jika Anda tentu saja bisa memesan resep klasik di sini, intinya di sini adalah untuk benar-benar menjelajahi kreasi bernuansa bunga dengan koktail yang dirancang untuk semua selera, dengan atau tanpa alkohol. Jika Anda merasa bingung antara halaman-halaman, tim kami siap membimbing sesuai preferensi Anda. Begitu kami berkesempatan untuk menjajal Fleurs de Baudelaire, salah satu koktail paling ikonik dalam daftar, yang terdiri dari gin yang diinfuskan dengan kelopak mawar, champagne brut, jus delima, dan jeruk limau.
Hasilnya cukup ringan, segar, dan beraroma buah, cocok untuk mereka yang suka kreasi minuman yang tidak terlalu manis. Gambaran desain cocktail memberi gambaran umum tentang bagaimana minuman Anda mungkin terlihat, namun jangan mengharapkan akurasi 100% di setiap detail. Dari sisi harga, anggaran cukup tinggi meskipun sebanding dengan tarif di tempat serupa: sekitar 25€ untuk cocktail beralkohol dan 16€ untuk mocktail.
Untuk kencan berdua, kami merekomendasikan paket apéro seharga 55€, yang mencakup satu piring tapas dan dua cocktail, sehingga Anda bisa merasakan pengalaman mewah ini dengan anggaran yang wajar. Piring-piring yang bisa dibagi juga lebih berlimpah dibandingkan dengan tempat sekelasnya, dengan rasio kualitas-harga yang cukup menarik. Kami merekomendasikan gorengan bunga zukini, favorit yang banyak dipuji, yang secara estetika tetap menjaga tema meskipun di bagian hidangan.




Secara umum, suasananya sangat cocok untuk kencan atau sekadar ngumpul berdua dengan teman. Suasananya tenang, ini bukan jenis tempat yang membuat kata-kata tenggelam dalam keramaian. Untuk tertawa keras dan bersulang dengan nuansa yang lebih santai, kami lebih merekomendasikan tempat seperti Superfine di distrik ke-11. Jika Anda mencari tempat lain yang intim, kreatif, dan lezat, di mana dunia terasa berhenti sejenak, kami juga merekomendasikan bar Copperbay yang berada di dalam Hotel Lancaster.
Jadi, siap menyesap bunga-bunga kejahatan?
Penyalahgunaan alkohol berbahaya bagi kesehatan, konsumsilah dengan bijak.
Tanggal dan jadwal
Dari 10 September 2026 Pada 31 Desember 2027
Tempat
Bar Le Charles
6-8 Rue Duphot
75001 Paris 1
Perencana rute
Mengakses
Metro Concorde (jalur 1, 8, dan 12)
Harga
Gratis
Mocktail : €16
cocktail : €25
2 cocktails et 1 tapas : €55



























